detikNews
Rabu 24 April 2019, 18:19 WIB

Simpuh dan Tangis Pemutilasi Mayat dalam Koper di Pangkuan Ibunya

Erliana Riady - detikNews
Simpuh dan Tangis Pemutilasi Mayat dalam Koper di Pangkuan Ibunya Aris menangis memeluk ibunya sembari minta maaf/Foto: Erliana Riady
Blitar - Pemandangan melodrama tampak saat Aris Sugianto (34) menyelesaikan reka ulang di rumahnya, Desa Mangunan, Udanawu Kabupaten Blitar. Laki-laki gemulai yang membunuh korban mayat dalam koper itu bersimpuh di pangkuan ibunya yang duduk di pojok ruang tamu.

Sambil berpelukan erat, ibu dan anak ini menangis keras. Mereka sangat larut dalam kesedihan dan kepedihan tragedi kehidupan. Tak ayal, beberapa polwan di dekat Aris tiba-tiba ikut larut dan menitikkan air mata.

Begitu juga dengan seorang anak perempuan berseragam batik, yang duduk di dekat ibu Aris. Rupanya, suasana syahdu itu membuat semua yang ada di ruang tamu rumah larut di dalamnya.


Beberapa saat lamanya Aris menangis dalam pelukan sang ibu. Sambil terus mengucap permintaan maaf kepada sang ibu, yang tak henti-hentinya mengelus kepala anaknya.

Aris menangis memeluk ibunya/Aris menangis memeluk ibunya/ Foto: Erliana Riady

"Iyo leee, wes tak sepuro sampean (Iya nak, sudah tak maafkan kesalahanmu)," ucap NG, ibu Aris sambil tak henti berurai air mata, Rabu (24/4/2019).

Pemandangan memilukan ini rupanya harus berhenti. Dua petugas kepolisian membantu Aris bangkit menuju mobil polisi.


"Sudah jangan terus tangis-tangisan. Ibu bisa jenguk anaknya nanti di polda ya," ucap Kasubdit Jatanras III AKBP Leonard Sinambela memecah suasana duka.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed