detikNews
Selasa 23 April 2019, 15:33 WIB

Viral Video Kerusuhan Pemilu di Sampang, Polisi: Hoaks, Itu Kejadian 2018

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Viral Video Kerusuhan Pemilu di Sampang, Polisi: Hoaks, Itu Kejadian 2018 Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Masyarakat dihebohkan postingan video di facebook yang menyebut telah terjadi kerusuhan Pemilu di Sampang, Madura. Dalam video berdurasi 2 menit 8 detik itu diceritakan ribuan warga sedang mengepung kantor KPU Sampang.

Tak hanya itu, dalam video itu juga tampak ada ketegangan yang terjadi antara warga dengan polisi. Menanggapi hal ini, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menegaskan video tersebut hoaks.

Barung memaparkan video itu diambil saat momentum coblos ulang Pilkada di Sampang pada 2018 lalu. Barung menambahkan ada pihak-pihak yang tak bertanggung jawab yang sengaja mengunggah lagi video itu dan menciptakan kegaduhan.


"Konten itu semalam sudah dihapus. Konten yang menyatakan kejadian kerusuhan di Sampang padahal itu terjadi pada PSU Sampang tahun 2018," kata Barung di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (23/4/2019).

Meski pelaku sudah menghapus video tersebut, Barung menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. Karena video yang diunggah di media sosial masih ada rekam jejaknya.

"Walaupun dia sudah menghapus konten yang disebarkan di 2019 seakan kegiatan Pemilu di Sampang, tetapi rekam jejak digitalnya tidak bisa hilang," imbuh Barung.

Untuk itu, pihaknya tetap akan menindak penyebar video tersebut. Menurut Barung, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penindakan hukum pada pelaku penyebar video hoaks.


"Nah ini udah dihapus tetapi rekam jejaknya masih ada. Kita akan menelusuri itu, dan dalam waktu dekat kita akan lakukan hal-hal penegakan hukum," tambahnya.

Barung menegaskan penindakan hukum ini penting dilakukan. Pasalnya, Barung ingin masyarakat lebih dewasa dalam menggunakan media sosial agar tidak seenaknya membagikan informasi hoaks yang menimbulkan kegaduhan publik.

"Saya sampaikan ini supaya masyarakat jangan sekali-sekali memprovokasi. Jangan sekali-sekali men-share karena ini demi penegakan hukum. Dampak pada ini akan berdampak hukum pada siapa saja termasuk siapa yang share," pungkasnya.


Simak Juga 'Penyebar Hoax 'Polisi Buka Paksa Kotak Suara Dihadang FPI' Terkuak!':

[Gambas:Video 20detik]


(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com