Bawaslu Ponorogo Periksa Dua Kades Ikut Kampanye Partai NasDem

Charolin Pebrianti - detikNews
Kamis, 11 Apr 2019 09:58 WIB
Bawaslu Ponorogo Marji Nurcahyo/Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Dua kades dipanggil Bawaslu Kabupaten Ponorogo. Kades dari dua, Kecamatan Jenangan dan Kecamatan Balong, ini ikut kampanye akbar Partai NasDem di Magetan, Minggu (7/4) lalu.

Namun masih ada satu kades yang tidak memenuhi panggilan. Nantinya bakal dilakukan pemanggilan kedua. Sesuai mekanisme jika satu kali tidak datang maka akan dipanggil ulang.

Jika panggilan kedua kali tidak hadir, maka akan dilakukan penindakan selanjutnya, sesuai dengan alat bukti dan barang bukti yang ada.

"Baru satu kades yang hadir saat dilakukan investigasi dan klarifikasi, hasilnya akan kita kembangkan dan kaji dulu," tutur Divisi Penindakan dan Pelanggaran Kampanye Bawaslu Ponorogo Marji Nurcahyo saat ditemui detikcom di kantornya, Jalan Trunojoyo, Kamis (11/4/2019).

Marji menambahkan sesuai dengan UUD No 7 Tahun 2007 Pasal 494-497 sesuai aturan kades harus netral. Tidak boleh memberikan hal yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon.

[Gambas:Video 20detik]



"Jika terbukti bersalah akan dikenakan sanksi paling ringan teguran dan paling berat pidana 12 bulan serta denda uang Rp 12 juta," terang dia.

Dia mengingatkan waktu yang semakin dekat dengan 17 April tentu atensi semakin tinggi. Diharapkan para pihak yang tertuang di dalam UU No 7 Pasal 494 dilarang ikut dalam kampanye.

"Jadi jangan disamakan Kades dengan pejabat publik seperti presiden, gubernur, menteri mereka ada kesempatan untuk cuti, kades tidak seperti itu," terangnya.

Sebab, kades dalam regulasi terpilih karena aspirasi rakyat bukan dipilih dari parpol sehingga harus netral.

Menurutnya masalah ini adalah temuan, banyak beredar di grup whatsapp dan facebook terkait adanya kades yang ikut kampanye.


"Saat ini kita koordinasikan dengan Bawaslu Magetan karena posisinya di sana," pungkas dia.

(fat/fat)