detikNews
Selasa 09 April 2019, 15:55 WIB

Ziarah Ke Makam Bung Karno, AHY: Revolusi Bangsa Harus Kembali ke Relnya

Erliana Riady - detikNews
Ziarah Ke Makam Bung Karno, AHY: Revolusi Bangsa Harus Kembali ke Relnya AHY didampingi Pakdhe Karwo ziarah ke Makam Bung Karno (Foto: Erliana Riady)
Blitar - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ziarah ke Makam Bung Karno di Bendogerit Kota Blitar. Didampingi mantan Gubernur Jatim, Pakdhe Karwo. Sekjen Partai Demokrat itu mengingatkan generasi muda untuk menjaga khitah revolusi bangsa dengan selalu menjaga persatuan dan kesatuan diantara keberagaman bangsa Indonesia.

AHY dan Pakdhe Karwo memasuki areal MBK sekitar pukul 12.15 WIB. Mereka berdua langsung menuju musala yang terletak di sisi barat MBK untuk melaksanakan salat zuhur.

Usai salat, bergegas kedua tokoh Partai Demokrat itu menuju nisan MBK. Beberapa saat, AHY dan beberapa kader partai berdoa bersama dipimpin juru kunci MBK. Dilanjutkan tabur bunga, tak hanya di nisan MBK tapi juga di nisan kedua orang tua Soekarno.

Sebelumnya, rombongan AHY sempat memasuki Perpustakaan Nasional Soekarno. Tak sampai satu jam, rombongan melanjutkan ke areal MBK. Namun dari museum itu, ada satu kalimat Bung Karno yang sangat menancap di benak putra pertama SBY-Ani Yudhoyono ini.


"Tadi saya baca sangat baik, revolusi harus dipelihara dan dikembalikan ke relnya yang asli," kata AHY usai ziarah di MBK Blitar, Selasa (9/4/2019).

Menurut AHY, relevansi semangat persatuan dan kesatuan menjadi semakin penting. Dunia semakin individualis, teknologi menbuat hidup kita tersekat. Apalagi isu politik membuat pemikiran anak bangsa terpecah belah.

"Untuk rel revolusi kebangsaan harus dikembalikan sesuai khitahnya. Seperti yang tertuang dalam Pancasila dengan UUD 45," tandasnya.

Penegasan kembali ke rel revolusi bangsa, juga disampaikan Pakdhe Karwo. Mantan Gubernur Jatim itu mengaku tergugah dengan wasiat Bung Karno untuk menjaga revolusi bangsa Indonesia. Mengembalikan revolusi ke rel yang asli.

"Saya sangat tergugah betul dengan wasiat Bung Karno itu. Untuk itulah kemudian Demokrat menetapkan ideologinya nasionalisme regilius. Yang sejalan dengan wasiat Bung Karno tentang kondisi yang seharusnya dikembalikan ke Pancasila dan UUD 45," tandasnya.


Ketika ditanya soal nasionalisme religius apakah itu berarti mantap mendukung capres 01, kedua tokoh PD itu buru- buru menangkisnya.

"Gak ada dukung-dukungan. Ini murni agenda ziarah ya," pungkas keduanya kompak.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed