Round-Up

Cerita Ahmad Dhani Gagal Lompat dari Hotel Gegara Asam Urat

Fatichatun Nadhiroh - detikNews
Rabu, 03 Apr 2019 10:32 WIB
Ahmad Dhani jalani sidang/Foto: Deni Prastyo Utomo
Surabaya - Berbagai upaya dilakukan Ahmad Dhani menghadiri deklarasi #2019gantipresiden di Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu (27/8/2018) lalu. Mulai berniat melompat tembok Hotel hingga membuat video 'idiot'.

Kepada Ketua Majelis Hakim R Anton Widyopriyono, Dhani mengaku sempat berniat melompat tembok Hotel Majapahit. Ia mencoba keluar hotel lewat pintu belakang untuk menghadiri deklarasi di Tugu Pahlawan.

Namun niat itu ia urungkan karena asam urat sang pencipta lagu 'Pangeran Cinta' kambuh.


"Awalnya saya sempat ingin berangkat melalui pintu belakang, dengan melompat tembok hotel. Karena di belakang sudah disiapin sepeda motor. Tapi tidak jadi karena saya menyerah kepada keadaan, kaki mengalami asam urat," ungkap suami Mulan Jameela itu dalam sidang.

Dhani mengaku dirinya merasa tidak aman saat hari deklarasi. Caleg Partai Gerindra itu sebelumnya menginap di Hotel Majapahit bersama anak perempuan dan istrinya sejak, Sabtu (26/8/2018).

"Waktu itu saya makan di restoran di lantai 2. Sudah ada pemberitahuan dari petugas hotel yang awalnya tidak tahu namanya, hingga kemarin baru tahu waktu di persidangan namanya Yudha. Kalau ada orang yang meminta meninggalkan hotel," kata Dhani.


Pentolan Dewa 19 itu juga merasa diikuti gerak-geriknya hingga ke kamar hotel. Entah polisi atau preman. Pria berusia 46 tahun itu mengaku tidak kenal dengan orang yang mengikutinya. Dhani meyakini jika mereka sempat mengetuk pintu kamarnya.

Hingga hari deklarasi Dhani tidak bisa keluar hotel. Ia mengaku mendapat pengadangan. Kondisi tersebut membuat Dhani tergerak bikin video untuk menginformasikan keadaan di hotel pada rekan-rekan di Tugu Pahlawan.

Nahas, dalam video tersebut Dhani menyebut para pengadang dengan kata 'idiot'. Perkataan tersebut dilaporkan ke polisi dan menyeret pencipta lagu Laskar Cinta itu ke meja hijau. Kini Ahmad Dhani menjadi terdakwa kasus pencemaran nama baik dengan sidang lanjutan yang akan digelar Kamis (11/4/2019) mendatang. (fat/fat)