DetikNews
Selasa 26 Maret 2019, 20:27 WIB

Ketua PAC PDIP Terdakwa Perusakan Baliho Dituntut 4 Bulan Penjara

Ardian Fanani - detikNews
Ketua PAC PDIP Terdakwa Perusakan Baliho Dituntut 4 Bulan Penjara Terdakwa perusakan baliho di Banyuwangi, Darmawan/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Terdakwa perusakan baliho, Darmawan dituntut 4 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kemudian, Ketua PAC PDIP Kecamatan Siliragung itu juga dituntut denda Rp 5 juta subsider kurungan 3 bulan.

JPU berpendapat, Darmawan telah terbukti melanggar Pasal 521 jo Pasal 280 ayat (1) huruf g Undang-Undang (UU) nomor 7 tahun 2017. Tim JPU meyakini terdakwa melakukan perusakan karena ada saksi yang mengetahui perusakan Alat Peraga Kampanye (APK).

Darmawan didakwa telah merusak baliho milik Caleg DPR RI dari PDIP, Banyu Biru Djarot dan baliho Caleg DPRD Banyuwangi dari PKB, Muhammad Kojin. Tuntutan itu dibacakan JPU Ketut Gde Dame Negara.


"Terdakwa didakwa bersalah telah melakukan perusakan alat peraga kampanye milik Muhammad Kojin dan Banyu Biru Djarot," kata Ketut saat membacakan dakwaan, Selasa (26/3/2019).

"Hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum dan sopan selama persidangan," tambah Ketut.

Ditemui usai persidangan, Pengacara Darmawan, Firdaus Yulianto menyatakan, dirinya tidak ingin mengomentari tuntutan JPU terlalu berat atau tidak. Karena itu sudah menjadi kewenangan berdasarkan fakta persidangan dan pendapat hukum dari jaksa.

"Kita tetap akan melakukan pembelaan untuk meringankan hukuman dari klien kita. Karena prinsip sejak awal klien kita merasa bukan pelaku dari perusakan tersebut," kata Firdaus.


Firdaus menegaskan, sudah ada berita acara perdamaian antara kliennya dengan pihak Banyu. Proses perdamaian itu menurutnya dihadiri dan disaksikan langsung oleh Banyu. Saat ini pihaknya sedang mengupayakan perdamaian dengan Kojin.

Dia berharap semua proses perdamaian berhasil. Sehingga bisa menjadi pertimbangan hakim untuk bisa meringankan putusan atau bahkan bebas.

"Kalau kami selaku penasehat hukum mengupayakan semaksimal mungkin bisa bebas sesuai dengan harapan dari klien kita yang merasa bukan sebagai pelaku sebagai perusakan tersebut," pungkasnya.
(sun/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed