DetikNews
Selasa 26 Maret 2019, 18:00 WIB

Banjir Luapan Sungai Lamong Putus Jembatan, Mobilitas Warga Terganggu

Enggran Eko Budianto - detikNews
Banjir Luapan Sungai Lamong Putus Jembatan, Mobilitas Warga Terganggu Banjir di Mojokerto memutus jembatan/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Selain merendam puluhan rumah penduduk, meluapnya Sungai Lamong juga memutus sebuah jembatan. Akibatnya, mobilitas warga sekitar terganggu. Bahkan, anak-anak sekolah harus memutar sekitar 6 Km.

Jembatan ini menghubungkan Dusun Talonbrak dengan Dusun Talonblandong, Desa Talonblandong, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto. Jembatan dengan panjang sekitar 80 meter selebar 3 meter ini menjadi alternatif warga Dawarblandong menuju ke wilayah Gresik. Sebab, jembatan ini membentang di atas Sungai Lamong yang membelah Kabupaten Mojokerto dengan Gresik.

Saat ini, jembatan dengan kerangka besi, pijakan kayu dan tiang penyangga beton ini nyaris tenggelam seluruhnya di Sungai Lamong. Itu setelah pondasi jembatan di sisi Dusun Talonblandong ambruk akibat tergerus arus Sungai Lamong yang meluap sejak dini hari tadi.

Kepala Desa Talonblandong Anton Suprapto mengatakan, jembatan ini terputus pagi tadi sekitar pukul 05.30 WIB. Menurut dia, pondasi jembatan ambrol setelah tergerus arus Sungai Lamong yang deras. Bahkan sungai ini meluap hingga membanjiri permukiman penduduk di sekitarnya.

"Debit air Sungai Lamong naik karena hujan semalam cukup lama. Itu yang menggerus pondasi jembatan," kata Anton kepada wartawan di lokasi, Selasa (26/3/2019).


Putusnya jembatan ini, lanjut Anton, membuat mobilitas warga sekitar terganggu. Para pelajar harus memutar sekitar 4 Km untuk menuju ke sekolahnya, yaitu melalui jembatan utama di jalan raya Mojokerto-Gresik.

"Memutarnya sampai empat kilometer," ungkapnya.

Para pelajar itu salah satunya sekolah di SDN Talonblandong, Dusun/Desa Talonblandong. Salah seorang guru di sekolah ini Fatmaningsih menuturkan, terdapat 25 siswa yang berasal dari SDN Talonbrak. Dusun tersebut terpisahkan Sungai Lamong untuk menuju ke Dusun Talonblandong.

"Para siswa yang berasal dari seberang sungai harus berputar lewat Dusun Tanah Landean, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik," terangnya.

Fatmaningsih menambahkan, terputusnya jembatan Talonblandong tak mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolahnya. Hanya saja, para siswa harus berangkat lebih pagi.


"Tadi berangkatnya ada yang diantar orang tua, diantar polisi dan TNI pakai mobil dinas," jelasnya.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Zaini menjelaskan, tahun depan pihaknya akan mengajukan perbaikan jembatan Talonblandong. "Tahun 2020 akan kami ajukan lagi dan secapatya kami akan melakukan koordinasi dengan pihak yang bersangkutan," tandasnya.


Simak Juga 'Gereja Terendam Banjir, Warga Gelar Ibadah di Atas Perahu':

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed