detikNews
Selasa 26 Maret 2019, 14:14 WIB

Pemkab Ponorogo Ajak Pulang Warga yang Tersihir 'Doktrin Kiamat'

Charolin Pebrianti - detikNews
Pemkab Ponorogo Ajak Pulang Warga yang Tersihir Doktrin Kiamat Sepinya kampung di Ponorogo karena ditinggal warganya mondok/Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Pemkab Ponorogo masih berupaya untuk memulangkan 52 warganya yang mondok ke Malang. Pemkab membentuk tim khusus dan dikirim ke Malang untuk membujuk para warga agar pulang ke Desa Watubonang, Kecamatan Badegan.

"Tim yang dibentuk Bupati akan memantau dan mediasi serta memfasilitasi warga kita yang ada di Kasembon, Malang. Melihat kondisinya seperti apa di sana," kata Wabup Ponorogo, Soedjarno kepada detikcom, Selasa (26/3/2019).

Tim yang dibentuk merupakan gabungan dari berbagai instansi terkait. Seperti Kemenang, MUI, Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Kemudian ada Camat Badegan serta Kades Watubonang.


Tim ini bakal melakukan perlengkapan administrasi dasar di Malang. "Ada anak-anak kelas VI yang akan mengikuti ujian akan diberi pengertian ke orang tuanya agar tetap mengikuti ujian, ada tim dari Dinas Pendidikan," tambah dia.

Selain mengurus siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN), tim juga bakal mengurus hak suara warga di Pemilu, 17 April mendatang.

"Untuk pemilu juga diusahakan untuk ikut pemilu, bisa di sana bisa di sini terserah nanti keinginan warga. Kalau nanti kembali ke Ponorogo juga nanti kita fasilitasi," tambahnya.


Rencananya tim akan berangkat pada Jumat (29/3) mendatang ke Pondok yang berada di Kasembon, Malang. "Nanti kan ketemu pemilik pondok menyampaikan ada warga kami yang ada di pondok sejumlah sekian orang, nanti juga ketemu di pondok juga difasilitasi oleh dinas terkait dari Malang," pungkas dia.

Sebelumnya diberitakan, 52 warga desa Watubonang pergi meninggalkan rumah dan memilih mondok di Ponpes Miftahul Falahil Mubtadin di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Mereka yang disebut MUSA AS atau jemaah Thoriqoh Akhmaliyah As-sholihiyah akan mengikuti acara triwulanan atau kegiatan menunggu meteor jatuh sebagai salah satu tanda kiamat hingga Ramadan mendatang.

Mereka diduga tersihir doktrin kiamat karena pergi meninggalkan kampung dengan menjual harta benda. Mulai dari ternak hingga rumah. Para jemaah dianggap telah menyakini jika akan segera terjadi kiamat sehingga di masa depan harta benda sudah tidak lagi berguna.



Saksikan juga video 'Warga Ponorogo Tampik 'Hijrah' ke Malang Gara-gara Kiamat':

[Gambas:Video 20detik]


(sun/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com