DetikNews
Selasa 26 Maret 2019, 09:06 WIB

Round-up

Menanti Evakuasi Sucipto yang Tertimbun Longsor Gunung Kapur Jember

Suki Nurhalim - detikNews
Menanti Evakuasi Sucipto yang Tertimbun Longsor Gunung Kapur Jember Longsor Gunung Kapur di Jember/Foto: Istimewa
Surabaya - Longsor tebing Gunung Kapur di Jember diperkirakan hanya menewaskan satu korban yakni Sucipto. Malangnya, jasad Sucipto yang diduga tertimbun longsoran tebing belum bisa dievakuasi.

Senin (25/3), Gunung Kapur di Kabupaten Jember longsor. Tebing gunung tersebut longsor sekitar pukul 07.45 WIB. Sebelum longsor, gunung yang bersebelahan dengan Pabrik Semen Puger, Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, mengeluarkan suara gemuruh.

"Sebelumnya terdengar gemuruh dan langsung longsor. Para penambang dan truk yang berada di sekitar lokasi berlarian menyelamatkan diri," kata salah satu warga, Indriani saat dikonfirmasi wartawan, Senin (25/3).

Akibat longsor, satu orang terdeteksi tertimbun atas nama Sucipto (48) warga Desa Loh Jejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Sedangkan dua lainnya mengalami luka atas nama Ucok (28) warga Palembang yang tinggal di Perumahan Kecamatan Puger dan Hasan (30) warga Desa Kasiyan, Kecamatan Puger.


"Begitu mendengar suara gemuruh, saya dan adik saya itu lari karena melihat ada bagian gunung yang longsor," kata kakak Sucipto, Wasito saat dikonfirmasi.

Menurut Wasito, sang adik sempat berhenti berlari karena kakinya tertusuk duri. Setelah itu, Wasito mengaku sudah tidak melihat lagi Sucipto.

"Kakinya kena duri saat gunung kapur longsor, terus berhenti. Sementara saya terus berlari. Setelah itu saya tidak melihat dia lagi. Kemungkinan memang tertimbun," imbuh Wasito.

Garis polisi kemudian dipasang di lokasi longsor. Hal itu dilakukan agar warga tidak mendekat karena dikhawatirkan ada longsor susulan.


"Sedangkan di sekitar lokasi, kita mendirikan posko untuk memantau dan melakukan koordinasi," kata Camat Puger Moh Winardi saat dikonfirmasi.

Sementara nasib Sucipto yang diduga tewas tertimbun longsor belum ada kejelasan. Petugas belum berani melakukan evakuasi. Pasalnya, takut terjadi longsor susulan.

"Hasil koordinasi kami, antara Polsek, BPBD dan Basarnas, sepakat belum berani melakukan evakuasi. Sebab kita khawatir akan terjadi longsor susulan," imbuh Moh. Winardi.

Dia menjelaskan, akibat longsor, tebing gunung kapur saat ini dalam posisi melengkung. Ini menyebabkan posisi tebing bagian atas dalam keadaan seperti menggantung.

"Tebing yang dalam posisi menggantung inilah dikhawatirkan longsor. Sangat berisiko jika kita lakukan evakuasi saat ini," tambahnya.


Apalagi, lanjut dia, pada bagian atas tebing juga ditemukan beberapa retakan. Sehingga potensi terjadinya longsor susulan semakin besar.

"Ada yang sudah naik ke atas tebing melakukan pengecekan. Dari situlah kita tahu bahwa di atas sudah banyak retakan sehingga sewaktu-waktu tebing bisa longsor," lanjut Winardi.

Meski begitu, jumlah korban tertimbun dipastikan hanya satu orang. Walau saat kejadian banyak orang yang berada di sekitar lokasi, namun sebagian besar mereka berhasil menyelamatkan diri.

"Yang tertimbun satu orang dan belum bisa diketahui bagaimana kondisisnya. Kemudian 2 orang mengalami luka dan sempat mendapat perawatan," pungkas Moh. Winardi.


Saksikan juga video 'Detik-detik Gunung Kapur di Jember Longsor Timbun Penambang':

[Gambas:Video 20detik]


(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed