DetikNews
Minggu 24 Maret 2019, 19:03 WIB

Maba Unej, Kebanyakan Kos di Jember Ada Fasilitas WiFi-nya Lho

Yakub Mulyono - detikNews
Maba Unej, Kebanyakan Kos di Jember Ada Fasilitas WiFi-nya Lho Penampakan kos yang murah dan sederahan di Jember (Foto: Yakub Mulyono)
Jember - Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019 telah diumumkan. Calon mahasiswa baru (maba) mulai melakukan persiapan untuk melakukan pendaftaran ulang. Selain itu, bagi maba yang berasal dari luar kota juga mencari tempat kos di kampus tujuan.

Di Kabupaten Jember, Universitas Jember (Unej) juga menerima mahasiswa baru dan para maba tersebut juga mulai mencari tempat kos untuk tempat tinggal sementara selama menempuh pendidikan. Untuk wilayah kampus Unej, tempat kos berada di Jalan Jawa, Jalan Kalimantan, Jalan Mastrip, Jalan Sumatera, Jalan Karimata, Jalan Danau Toba, dan Jalan Brantas, karena berada di dekat lokasi Kampus Unej.

Tren untuk mencari tempat kos saat ini, kebutuhan akses internet menggunakan jaringan wifi menjadi sebuah kebutuhan. Selain itu, fasilitas bebas artinya pemilik kos memberikan keluasaan untuk mempersilahkan tamu laki-laki atau perempuan untuk masuk ke kamar kos, menjadi pilihan bagi calon penghuni kos.

Salah seorang pemilik Tempat Kos di Jalan Kalimantan Pandu Tegar menyampaikan, untuk biaya per bulan kamar kos rata-rata sama. Bedanya hanya pada fasilitas kamar mandi.


"Per bulan Rp 350 ribu jika kamar mandi luar. Tapi kalau kamar mandi dalam selisih Rp 100 ribu, sekitar Rp 450-500 ribu," kata Pandu saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (24/3/2019).

Fasilitas yang didapat dengan biaya kos per bulan tersebut, lanjut Pandu, mahasiswa mendapat akses internet gratis 24 jam menggunakan jaringan wifi.

"Jadi ada internet gratis, lemari, dan kasur. Lain-lainnya menambah sendiri. Mungkin kalau ada biaya listrik tambahan bisa dikomunikasikan. Untuk kamarnya ukuran 3x2,5 meter," terangnya.

Fasilitas untuk free akses internet itu, manjadi hal wajib, karena para mahasiswa itu butuh untuk mengerjakam tugas perkuliahan.
"Hampir semua kos sama semua. Jadi harus ada wifinya," katanya.

Tetapi pihaknya tidak menolerir jika penghuni kos melanggar aturan.

"Tidak boleh ada tamu cewek masuk kamar, kan tempat kami kos cowok. Kalau ada tamu cewek, ditemui di ruang tamu. Tidak boleh masuk ke dalam. Karena saya bertanggung jawab layaknya orang tua bagi mahasiswa itu," katanya.

Namun untuk kelas tempat kos menengah, harga sewa tempat kos sedikit berbeda. Bahkan aturan pun juga ada perbedaan. Karena fasilitas pun lebih, dan disesuaikan dengan biaya yang dikeluarkan.

Menurut Yunita pengelola kos di Jalan Sumatra, di tempat kosnya itu luas kamar sekitar 3x4 meter, spring bed, dan kamar mandi dalam.


"Karena lebih besar ukuran kamarnya dan juga di kos sini bebas," katanya.

Bebas yang dimaksud, lanjutnya, kalau ada tamu atau teman dari luar cowok atau cewek dipersilahkan berkunjung. "Tetapi tetap harus sesuai norma aturan. Kalau menginap lama, akan kami mintai keterangan. Jangan sampai disalahgunakan. Karena kadang anak-anak (mahasiswa) ada yang nakal. Akhirnya kami usir," tandasnya.

Selain harga untuk kelas menengah, lanjut Yunita, juga ada kos mewah yang biasanya untuk para pekerja.

"Biayanya di atas Rp 1 juta per bulan, listrik meterannya sendiri. Ukuran kamar lebih luas dari kelas menengah, dan ber-AC. Juga ada parkir mobil. Biasanya pegawai bank atau pekerja kantoran yang kos," katanya.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed