Ekstrapolasi Unggul di Survei Litbang Kompas, TKD Jatim Makin Gaspol

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 20 Mar 2019 17:13 WIB
Foto: Istimewa
Surabaya - Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur untuk pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin menanggapi hasil survei yang dilakukan Litbang Kompas yang dipublikasikan, Rabu (20/3/2019).

"Kalau kita mengikuti marjin elektabilitasnya, masih cukup tebal ya, sekitar 11,8 persen. Dalam sisa waktu sampai 17 April, Insya Allah sangat sulit mengejar marjin tersebut," ujar Ketua TKD Jatim Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin.

Survei terbaru yang dilakukan Litbang Kompas pada 22 Februari 2019 - 5 Maret 2019 menunjukkan, elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebesar 49,2 persen, masih mengungguli duet Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar 37,4 persen. Adapun 13,4 persen responden menyatakan rahasia.

Machfud menjelaskan, yang jarang diperhatikan orang, dalam survei tersebut juga terdapat ekstrapolasi elektabilitas yang menunjukkan pasangan 01 diprediksi akan mendapatkan 56,8 persen pada 17 April mendatang. Sedangkan duet 02 mendapatkan 43,2 persen.


Mantan Kapolda Jatim itu memaparkan, perhitungan ekstrapolasi pada survei Litbang Kompas tersebut sudah melampaui perolehan suara Jokowi pada Pilpres 2014 yang sebesar 53,15 persen.

"Jadi alhamdulillah, ekstrapolasi ini kan sebuah metode ilmiah, proyeksi data ke depan berdasarkan pola kecenderungan data yang tersedia saat ini. Bahasa awamnya ini semacam prediksi hasil akhir. Kalau berdasarkan ekstrapolasi survei Kompas, selisih 01 dan 02 itu 13,6 persen, cukup tebal dan sulit dikejar dalam sisa waktu kurang lebih sebulan," paparnya.

"Justru setelah melihat ekstrapolasi itu kita tambah semangat untuk ngebut, gaspol agar marjin makin tebal," imbuh Machfud.

Untuk Jatim, berdasarkan survei Kompas, duet 01 masih unggul signifikan sebesar 57,1 persen dibanding 02 sebesar 27,8 persen, dengan porsi yang masih rahasia 15,1 persen. Ada selisih hampir 30 persen dengan keunggulan Jokowi. "Ini yang harus dijaga dan dipertebal," ujarnya.

Dia menambahkan, dalam sisa waktu yang tersisa ini, pihaknya akan mengoptimalkan rapat terbuka atau kampanye akbar serta memperkuat strategi door to door yang dijalankan bersama para caleg dan relawan.

"Kami sudah petakan lokasi kampanye terbuka, mulai 24 Maret 2019 hingga 13 April 2019. Tapi belum bisa kami buka detail karena terkait strategi, tapi yang jelas persiapan di bawah sudah jalan," ujarnya.



Tonton juga video Selisih Survei Jokowi-Prabowo Menipis, Sandiaga: Alhamdulillah:

[Gambas:Video 20detik]

(hil/fat)