Kasus Pertama Pelanggaran Kampanye di Banyuwangi Dilimpahkan ke Kejari

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 18 Mar 2019 15:51 WIB
Kasus Pelanggaran Kampanye Diserahkan Kejari/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Kasus pertama pelanggaran kampanye di Banyuwangi dilimpahkan ke kejari setempat. Bentuknya adalah perusakan alat peraga kampanye (APK) di Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung. Bersama berkasnya, pelaku Darmawan (45), warga Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, dilimpahkan ke Kejari Banyuwangi.

Alat peraga kampanye yang dirusak dan dilaporkan tersebut yakni milik caleg DPRRI dari PDIP, Banyu Biru Djarot dan Muhammad Kojin dari caleg DPRD Banyuwangi dari PKB. Kasus ini dilaporkan Tim Sukses Banyu Biru Djarot, Subur, serta Kojin sendiri. Perusakan terjadi akhir Februari lalu.

"Berkas sudah lengkap atau P21. Ini pelaku kita hadapkan ke Kejaksaan Negeri. Unsurnya masuk makanya sampai digodok di tingkat Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu)," terang Kanit Tipikor Iptu Joko Suhartono kepada wartawan, Senin (18/3/2019).

Kasi Intel Kejari Banyuwangi, Bagus Nur Jakfar Adi Saputro, mengaku telah menerima pelimpahan tahap dua dari Gakkumdu terkait dugaan perusakan alat peraga kampanye (APK) di Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung. Jaksa punya waktu 20 hari untuk penelitian berkas acara pemeriksaan (BAP) sebelum masuk ke pengadilan.

"Tapi dalam satu dua hari ini berkas akan dikirim ke Pengadilan Negeri Banyuwangi. Pelaku dijerat pasal 280 UU No.07 tahun 2017 dengan ancaman hukuman 2 tahun," bebernya kepada wartawan.


Meski berkas telah sempurna dan tersangka telah dihadapkan, Kejari Banyuwangi tidak akan melakukan penahanan. Pertimbangannya karena tersangka kooperatif selama menjalani pemeriksaan aparat.

"Bukti yang diserahkan berupa alat peraga kampanye milik caleg PKB DPRD Banyuwangi dan caleg DPRRI dari PDIP, serta screenshot percakapan WhatApps (WA)," tambah Bagus.

Kasus dugaan perusakan alat peraga kampanye (APK) di Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, masuk ranah kepolisian pada Jumat (1/3/2019) lalu, ketika Ketua Bawaslu, Hamim, bersama sejumlah komisioner yang lain mendatangi Mapolres Banyuwangi.

"Sentra Penegakkan Hukum Terpadu memutuskan bahwa kasus perusakan APK di Kecamatan Siliragung naik proses penyidikan," terang Hamim.

Modus yang dilakukan tersangka dalam melakukan perusakan karena APK dipasang tanpa seijin dirinya. Tersangka yang bernama Darmawan (45), warga Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, melakukan itu lantaran meminta imbalan uang. (fat/fat)