DetikNews
Senin 18 Maret 2019, 12:51 WIB

Berbekal Nekat, Tukang Sampah di Malang Ini Maju Nyaleg

Muhammad Aminudin - detikNews
Berbekal Nekat, Tukang Sampah di Malang Ini Maju Nyaleg Tukang sampah Dwi Hariyadi yang jadi caleg di Malang/Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Seorang tukang sampah di Kota Malang memutuskan maju sebagai caleg untuk DPRD Kota Malang. Tukang sampah bernama Dwi Hariyadi itu mencalonkan diri agar bisa unjuk suara di parlemen untuk memperbaiki kesejahteraan para tukang sampah.

"Saya ingin bagaimana nanti kesejahteraan tukang sampah benar-benar diperhatikan. Selama ini hanya begitu saja, meski peran mereka cukup besar dalam mengambil sampah-sampah dari rumah-rumah warga untuk dibawa ke TPA," kata Dwi ditemui detikcom di kediamannya, Jalan Danau Rawa Pening, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (18/3/2019).

Dwi menjadi tukang sampah sejak 23 tahun lalu. Ia ditugaskan untuk wilayah RW 14 Keluraha Madyopuro. Sejak pagi buta, pria 46 tahun itu berangkat menarik gerobak sampah mengelilingi setiap sudut pemukiman.


Sampah-sampah yang diambil selanjutnya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), belakang Pasar Madyopuro yang jaraknya lumayan jauh. "Di RW 14 ada sebanyak 350 KK, saya sudah 23 tahun menjadi tukang sampah di sini," imbuh bapak tiga anak itu.

Dwi kemudian bercerita bagaimana awal mula dirinya memutuskan untuk menjadi caleg. Sebenarnya, ide tersebut sudah muncul sejak 2014. Namun, niat itu tidak bisa diwujudkan karena ia tidak pernah aktif berpolitik.
Tukang sampah Dwi Hariyadi yang jadi caleg di MalangTukang sampah Dwi Hariyadi yang jadi caleg di Malang Foto: Muhammad Aminudin

"Sebenarnya niat untuk nyaleg sudah ada pada 2014 lalu. Tapi saya tak ada kendaraan (partai politik). Jadi ya berlalu begitu saja," tambahnya.

Sedangkan jelang Pileg 2019, Dwi aktif di kegiatan kelurahan dan bertemu dengan pengurus partai politik. Ia kemudian mendapat tawaran untuk menjadi caleg.


"Katanya waktu itu, ada satu caleg yang batal mendaftar, dan saya diminta untuk mengganti, jika memang tetap ingin menjadi wakil rakyat. Dan saya diminta mengurus semua persyaratan berkas untuk mendaftar," bebernya.

Dwi yang mengaku buta politik kemudian nekat menyerahkan berkas pencalonannya. Ternyata niat Dwi berjalan mulus. Ia ditetapkan sebagai caleg nomor 9 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk daerah pemilihan 3. Yakni di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Untuk menjadi anggota DPRD Kota Malang, Dwi harus mengalahkan puluhan caleg lainnya. Bahkan dari PKS saja ia harus bersaing dengan 8 caleg lainnya.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed