DetikNews
Sabtu 16 Maret 2019, 22:47 WIB

Situs 'Desa Kuno' Pra-Majapahit Ada di Badan Jalan Tol Pandaan-Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Situs Desa Kuno Pra-Majapahit Ada di Badan Jalan Tol Pandaan-Malang Situs pra-Majapahit di Malang/Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menyebut situs Sekaran di Tol Pandaan-Malang KM 37+700 berada tepat di badan jalan ruas barat. Penggalian terus mengarah ke barat kaut.

"Seperti perkembangan dari penggalian di hari kelima, dari titik awal melebar ke sisi barat laut hingga radius 25 meter. Bisa dikatakan situs berada persis di ruas jalan tol sisi barat," ungkap Ketua tim arkeolog BPCB Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho saat ditemui di lokasi penggalian, Sabtu (16/3/2019) sore.

Menurut Wicaksono, perkembangan itu sudah disampaikan kepada PT Jasa Marga selaku pengelola tol. Termasuk soal perpanjangan waktu penggalian.

"Sudah kami sampaikan kepada Jasa Marga setiap perkembangan dari penggalian. Termasuk temuan signifikan hingga harus memperpanjang waktu penggalian sampai 21 Maret nanti," imbuhnya.


Main road atau jalur utama tol berada radius 10 meter dari titik pertama susunan batu bata kuno yang ditemukan. Sedangkan rencana pembangunan tol di ruas barat dari main road melebar sampai 30 meter.

"Main road itu as jalan atau jalur utama tol. Lokasi 10 meter dari titik pertama batu bata ditemukan. Seperti disampaikan Jasa Marga, sisi barat jalan tol dibuat dengan panjang 30 meter dari main road. Sementara dari 10 meter main ke barat hingga 25 meter tatanan batu bata ditemukan terpisah-pisah. Tentunya bisa meyakinkan situs berada tepat di atas badan jalan ruas sisi barat jalur tol," tambah Wicaksono.

Ia melanjutkan, penggalian akan terus mengarah ke barat laut dari titik awal penemuan batu bata kuno. Karena tatanan batu bata ditemukan terpisah-pisah bukan dalam satu tempat. Fakta itu yang kemudian menduga jika situs Sekaran adalah desa atau pemukiman kuno antara abad 12 sampai 13 Masehi. "Abad 12 melihat dari bentuk batu batanya," ujar Wicaksono.

Direktur Utama PT Jasa Marga Pandaan-Malang, Agus Purnomo mengaku sudah menyepakati tambahan waktu penggalian situs yang diajukan oleh BPCB. Dari lima hari bertambah sampai 21 Maret mendatang. Agus juga mengakui penggalian situs telah mengganggu pengerjaan proyek.


"Ya jelas progress terganggu. Karena lokasi situs berada di badan jalan tol. Sehingga tidak bisa bekerja di situ," kata Agus di tempat terpisah.

Jasa Marga Pandaan-Malang sebelumnya mengatakan, jika lokasi situs tak berada tepat di main road ruas tol Pandaan-Malang. Namun berada di area Right of Way (ROW) atau sekitar 15 meter dari jalur utama.

"Tepatnya, lokasi temuan berada di titik STA 37+700. Tapi, lokasinya tidak berada di main road tol, melainkan di area Right of Way (ROW) atau sekitar 15 meter dari main road," pungkas Agus.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed