DetikNews
Sabtu 16 Maret 2019, 22:13 WIB

Situs di Tol Pandaan-Malang Diduga 'Desa Kuno' Pra-Majapahit

Muhammad Aminudin - detikNews
Situs di Tol Pandaan-Malang Diduga Desa Kuno Pra-Majapahit Situs Sekaran di Tol Pandaan-Malang/Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Ada kemajuan besar dalam penggalian situs di tol Pandaan-Malang. Arkeolog mengungkap adanya struktur bangunan baru di luar titik awal penggalian. Diperkirakan, situs bernama Sekaran itu menyerupai desa kuno pra-Majapahit.

Seperti pantauan detikcom di lokasi penggalian, tim arkeolog yang sudah lima hari melakukan penggalian tampak sibuk menyisir susunan batu bata kuno. Peta penggalian diperluas menuju arah barat laut.

Susunan batu bata ditemukan terpisah dari titik awal penggalian. Jaraknya sekitar beberapa meter saja. Susunan batu bata tersebut tidak menjadi satu tetapi terpisah. Susunan lain berada lebih jauh yakni radius 25 meter dari titik awal struktur batu bata pertama kali ditemukan.

Kepala tim arkeolog BPCB Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho menyampaikan, penggalian menemukan susunan batu bata yang terpisah. Hal ini menunjukkan bahwa situs Sekaran bukan dalam satu bangunan utuh. Melainkan struktur bangunan yang terpisah-pisah dalam satu kawasan.


"Kami menemukan tatanan batu bata yang tidak menyatu dalam satu tempat. Ada tatanan yang kami yakini sebagai pondasi bangunan. Untuk sementara bisa diperkirakan situs ini tanda kutip sebuah desa kuno pra-Majapahit," ungkap Wicaksono ditemui di lokasi, Sabtu (16/3/2019) sore.

Wicaksono menambahkan, hasil penggalian mengungkap penemuan cukup signifikan. Sehingga nantinya bisa menjadi literasi akademis. Namun, akan lebih terungkap dengan jelas ketika penggalian terselesaikan sampai 21 Maret 2019 mendatang.

"Kami memperpanjang waktu penggalian, yang sebenarnya hari ini selesai. Ada kemajuan cukup besar, yang membuat untuk menambah waktu penggalian dari lima hari diperpanjang sampai 21 Maret nanti," imbuh Wicaksono.

Menurutnya meski lokasi terpisah, tatanan batu bata yang ditemukan bagian depan diyakini menghadap ke timur atau Gunung Semeru, sementara bagian belakang mengarah ke Gunung Kawi atau barat laut.


"Dari posisinya, bisa dikatakan jika tatanan batu bata menghadap ke Gunung Semeru dan belakangnya Gunung Kawi. Namun, apakah ini komplek peribadatan atau petirtaan, apakah pemukiman kita sedang dalami," lanjut Wicaksono.

Ia menyampaikan, selama lima hari penggalian arkeolog banyak menemukan tatanan batu bata yang kemudian dilakukan penyingkapan guna mengetahui struktur yang lebih jauh. "Cagar budaya lain belum, hanya pecahan tembikar. Tentunya akan sangat membantu pendataan dari situs ini," ujarnya.

Arkeolog turut mengumpulkan pecahan batu bata selama proses penggalian. Proses penggalian juga mengundang kedatangan banyak warga untuk melihat dari dekat. BPCB memasang banner berukuran besar soal aktivitas penggalian situs Sekaran.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed