DetikNews
Jumat 15 Maret 2019, 16:39 WIB

Tim Cagar Budaya Temukan Struktur Baru di Situs Tol Pandaan-Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Tim Cagar Budaya Temukan Struktur Baru di Situs Tol Pandaan-Malang Titik struktur batu bata baru ditemukan (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang - Tim arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menemukan fakta baru dari penggalian situs Sekaran di tengah tol Pandaan-Malang. Penemuan signifikan ini tengah didalami arkeolog untuk membongkar tabir struktur bangunan dari situs tersebut.

"Ada perkembangan baru dari hasil ekskavasi pada situs Sekaran. Kami menemukan kembali titik struktur batu bata baru," ungkap Kepala BPCB Jawa Timur Andi Muhammad Said kepada detikcom, Jumat (15/3/2019).

Struktur batu bata kuno dengan bentuk yang sama, ditemukan di lokasi terpisah. Sebelumnya, arkeolog melakukan penggalian menyisir tanah yang berada di titik awal ditemukannya struktur batu bata kuno.

"Penggalian mengarah ke barat daya, dan ditemukan struktur batu bata lain. Posisi susunan batu bata awal dan yang baru ditemukan terpisah atau tidak satu tempat," beber Andi.


Sejauh ini, BPCB Jawa Timur belum berani menyimpulkan struktur batu bata kuno yang ditemukan di lokasi penggalian. Penggalian untuk sementara hanya menemukan susunan batu bata baru di lain tempat.

Upaya pendalaman dengan menyisir tanah untuk membuka temuan baru terus dilakukan di hari keempat penggalian ini.

"Masih terlalu prematur untuk menyimpulkan itu bangunan apa, kami terus membuka bagian tanah di barat daya agar bisa mengetahui secara pasti susunan batu bata di lokasi situs," ungkap Andi dalam sambungan telepon, Jumat siang.

Hari ini adalah hari keempat penggalian situs Sekaran yang berada di Km 37+700 tol Pandaan-Malang yang digelar tim arkeolog BPCB Jawa Timur.


Penggalian dijadwalkan berlangsung selama lima hari, sejak reruntuhan susunan batu bata kuno ditemukan di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, karena aktivitas proyek tol.

Saat dimintai keterangan detikcom beberapa waktu lalu. Andi menduga situs Sekaran dalam permukiman elite yang dihuni bukan oleh rakyat jelata. Hal itu diperkuat dari temuan benda cagar budaya berupa uang gobog, perhiasan, beserta pecahan benda terakota lain.

"Benda-benda terakota banyak ditemukan, seperti yang dimiliki oleh warga. Seperti kendi, tembikar, dan lain-lain, akan memberikan informasi soal keberadaan situs itu. Dengan adanya seladon yang warna hijau itu, penanda jika pemiliknya adalah orang kaya atau bisa pejabat. Karena tidak mungkin rakyat biasa memiliki, karena itu mahal," ungkap Andi di Balai Desa Sekarpuro, Rabu (13/3/2019).
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed