detikNews
Jumat 15 Maret 2019, 15:31 WIB

Meski Bromo Semburkan Abu Vulkanik, Pariwisata Masih Normal

Muhajir Arifin - detikNews
Pasuruan - Gunung Bromo mengepulkan asap berwarna cokelat yang disertai material abu vulkanik. Meski begitu, sektor pariwisata di Bromo masih normal.

Gunung Bromo merupakan salah satu gunung berapi yang sering erupsi. Abu vulkanik yang disemburkan gunung ini menyebar ke berbagai wilayah di sekitarnya.

Meski demikian, erupsi yang terjadi sejak 19 Februari lalu tak berdampak signifikan pada kehidupan masyarakat. Baik pada aktivitas warga maupun sektor pariwisata Bromo.


"Arah semburan abu berubah-ubah bergantung angin. Tapi secara umum tak mengganggu aktivitas warga. Pariwisata juga normal," kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana kepada detikcom, Jumat (15/3/2019).

Bakti mengatakan, wisatawan masih bisa menikmati keindahan panorama Gunung Bromo. Baik dari Puncak Penanjakan, Bukit Kingkong hingga Bukit Dingklik.

"Bahkan wisatawan masih bisa ke lautan pasir, tapi tak diizinkan naik kawah," imbuh Bakti.


Menanggapi semburan abu vulkanik yang berwarna kecokelatan, BPBD mengirimkan masker untuk warga Tengger. Tujuannya agar warga tidak menghirup langsung abu dan bau belerang, terlebih mayoritas aktivitas warga Tengger berada di sekitar Bromo.

"Sebenarnya stok masih ada di sana, tapi kita kirim lagi," tambahnya.

Ketua Komunitas Bromo Lovers, Teguh Wibowo mengatakan, warga Tengger sudah terbiasa dengan fenomena alam. Bagi mereka erupsi merupakan berkah. Bahkan banyak wisatawan yang sengaja datang ingin menyaksikan semburan abu saat Bromo erupsi.

"Warga biasa-biasa saja, kan sering terjadi erupsi seperti ini. Wisatawan juga normal," katanya.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed