DetikNews
Selasa 12 Maret 2019, 11:25 WIB

Situs di Tengah Tol, Pengelola Tunggu Penelitian Balai Cagar Budaya

Muhammad Aminudin - detikNews
Situs di Tengah Tol, Pengelola Tunggu Penelitian Balai Cagar Budaya Situs yang ditemukan di tengah proyek Tol Pandaan-Malang (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang - PT Jasa Marga Pandaan-Malang menunggu hasil penelitian Balai Pelestarian Cagar Budaya terkait situs yang ditemukan di Km 37-700. Untuk saat ini pengerjaan tol dihentikan sementara.

Tujuannya mempermudah tim arkeolog meneliti situs yang diyakini peninggalan Majapahit itu.

"Kami menunggu hasil kajian Balai Pelestarian Cagar Budaya soal situs tersebut. Apakah nanti harus dilestarikan keberadaannya, atau hanya sebuah tempat kuno yang tak patut dilindungi," ungkap Direktur Utama PT Jasa Marga Pandaan-Malang Agus Purnomo kepada detikcom, Selasa (12/3/2019).

Jasa Marga Pandaan-Malang memberikan kesempatan bagi tim arkeolog untuk meneliti. Meskipun durasi ekskavasi (penggalian) membutuhkan waktu sampai 5 hari.

Apakah mengganggu proyeksi pengerjaan tol?


"Tentunya iya, tetapi ada alasan lebih penting. Tim cagar budaya harus meneliti dan mengungkap sejarah dari situs itu. Gak mungkin lah, kita jalan terus, makanya kita hentikan aktivitas kerja di sana," ucap Agus.

Dikatakan Agus, Jasa Marga Pandaan-Malang belum mempunyai rencana untuk mengubah perencanaan pengerjaan tol usai ditemukannya situs yang berada di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, itu.

"Tentunya menunggu hasil kajian terlebih dahulu. Apakah jalur nanti diubah ke arah timur atau barat. Jika memang mengubah, tentunya akan dikoordinasikan dengan Bina Marga sebagai pihak yang memiliki kewenangan. Tetapi, nantinya akan diawali pemberitahuan, dan Jasa Marga Pandaan-Malang harus bagaimana," bebernya.

Segala langkah yang dilakukan, lanjut Agus, juga menyangkut investasi yang digelontorkan di lokasi. Tentunya, Jasa Marga Pandaan-Malang tak ingin gegabah dalam mengambil tindakan.

"Ini menyangkut investasi yang kita gelontorkan disana, jadinya berdasarkan hasil kajian cagar budaya dahulu," tegasnya.

Ditanya soal proyeksi pengerjaan tol dengan penemuan situs? Agus menerangkan seksi V dimana salah satu titiknya ditemukan situs tersebut, masih dalam tahap pengerjaan awal.


"Di lokasi masih tahap penggalian, levelnya (tanah) masih dibawah itu lagi kan, masih kurang," tandasnya.

Seksi V, menurut Agus, juga memerlukan beberapa tahapan untuk penyelesaian. Salah satunya adalah pembebasan lahan di wilayah Madyopuro, Kota Malang.

"Kita selesainya itu, nunggu pelaksanaan eksekusi Madyopuro, ada bidang tanah harus dibebaskan. Dari itu dihitung atau ditambah enam bulan, itu selesainya," ungkapnya.

Agus juga memberikan sinyal, bahwa seksi V tak masuk dalam hitungan penyelesaian, ketika rencana jalan tol Pandaan-Malang diresmikan bersamaan dengan underpass Karanglo, Kabupaten Malang.

"Seksi V akan kita tinggal, karena butuh eksekusi sekitar 50 bidang tanah ditambah enam bulan baru akan selesai," tutup Agus.
(iwd/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed