Banjir di Ponorogo Sebabkan 5 Jembatan Ambrol

Charoline Pebrianti - detikNews
Senin, 11 Mar 2019 17:21 WIB
Salah satu jembatan yang ambrol tergerus banjir (Foto: Charoline Pebrianti)
Ponorogo - Akibat diterjang banjir besar pada Rabu (6/3) lalu, sejumlah infrastruktur di Ponorogo rusak. Bahkan beberapa jembatan ada yang ambrol karena tidak kuat menahan kencangnya laju air banjir.

Data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ponorogo total ada 5 jembatan yang ambrol. Jembatan itu berada di wilayah Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, Desa Broto, Kecamatan Slahung dan 3 jembatan desa lainnya.

"Ambrolnya ada beberapa faktor, tapi utamanya memang karena banjir," tutur Kepala Dinas PUPR Jamus Kunto Purnomo saat ditemui detikcom di kantornya, Jalan Gajah Mada, Senin (11/3/2019).

Faktor utama memang air banjir, lanjut Jamus, kedua karena faktor adanya pohon-pohon yang ikut arus sungai dan ketiga karena adanya tambang pasir yang dilakukan warga di sekitar sungai.


"Jadi ada yang jembatan itu pondasinya tengah terseret arus sungai akhirnya bagian tengah jebol," terang dia.

Dari kerusakan 5 jembatan itu, Jamus mengestimasi membutuhkan anggaran hingga Rp 5 M. Dengan rincian, jembatan Slahung Rp 750 juta, jembatan Bungkal Rp 250 juta, jembatan Broto Rp 1 M dan jembatan Nambak Rp 3 M.

"Di Desa Duri, Slahung yang sudah dianggarkan Rp 750 juta itu dalam proses perbaikan, kalau yang lain mungkin masuk Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) atau APBD 2020," papar dia.


Untuk mengatasi kebutuhan aktifitas warga rencananya pihaknya bakal membangun jembatan sementara yang diprakarsai bersama BPBD Ponorogo.

Selain jembatan, ada tanggul yang rusak di lima desa akibat bencana banjir yang menyerang Ponorogo pada Kamis (7/3) lalu. Yakni Desa Kradenan, Kecamatan Jetis, Desa Padas, Kecamatan Bungkal, Desa Carat, Kecamatan Slahung, Desa Gabel, Kecamatan Sukorejo dan Desa Ngadisanan, Kecamatan Sambit. (sun/iwd)