detikNews
Jumat 08 Maret 2019, 14:37 WIB

Puluhan Hektare Sawah di Ponorogo Kebanjiran, Kerugian Rp 100 Juta

Charolin Pebrianti - detikNews
Puluhan Hektare Sawah di Ponorogo Kebanjiran, Kerugian Rp 100 Juta Puluhan hektare sawah di Ponorogo kebanjiran/Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Puluhan hektare lahan persawahan di Kelurahan Paju, Kecamatan Ponorogo terendam banjir. Para petani terancam gagal panen dengan perkiraan total kerugian mencapai Rp 100 juta.

"Perkiraan luas area yang terkena banjir 20 hektare dengan total kerugian mencapai Rp 100 juta. Per petani menanggung Rp 2 juta sampai Rp 5 juta kerugian dari biaya tanam sampai ongkos buruh tani," kata ketua RT setempat, Kateni saat ditemui detikcom, Jumat (8/3/2019).

Sejumlah petani mengeluhkan banjir akibat luapan sungai tersebut. Pasalnya, hamparan padi akan siap dipanen setelah sebulan berselang.

"Padahal usia padi 60 hari jelang 1 bulan masa panen. Ini kan masa bulir berisi, tapi setelah kena banjir tidak bisa maksimal hasilnya," kata salah satu petani, Santo (48).


Seperti pantauan detikcom, lahan padi seluas 20 hektare di Kelurahan Paju terendam air setinggi 50 cm. Bahkan pada Kamis (7/3), lahan persawahan tersebut terendam hingga 1,5 meter. Banyak padi yang terseret arus dan roboh.

Untuk mengurangi kerugian, para petani mencoba menyiram padi mereka dengan menggunakan air. Alasannya, air banjir membawa lumpur dan menempel di bulir padi. Sehingga harus dibersihkan agar butiran padi tidak rusak.

"Kalau tidak disiram, nanti kalau pasirnya kering dan masih menempel dibulir padi, padinya bisa rusak dan berakibat gagal panen," imbuhnya.

Bahkan meski sudah disiram, Santo masih khawatir apakah bisa panen atau tidak. Sebab hingga saat ini lahannya masih tergenang air.


"Takutnya kena virus potong leher, itu juga menyebabkan jumlah panen menurun," tambahnya.

Setali tiga uang dengan Santo, petani lainnya, Kasiran juga dihantui kekhawatiran. Ia khawatir tidak bisa panen karena persawahannya terendam dan terbawa arus.
Puluhan Hektare Sawah Kebanjiran, Kerugian Diperkirakan Rp 100 JutaFoto: Charolin Pebrianti
"Banyak yang ambruk padi saya, kemungkinan panen kali ini jelek," katanya.

Meski begitu, Kasiran mengaku pasrah. Sebab persawahan tersebut merupakan bantaran Sungai Paju yang sedang meluap.

"Pasrah saja, memang sering banjir di sini," pungkasnya.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com