Pemprov Jatim Berencana Bikin LRT di Gerbang Kertasusila

Hilda Meilisa - detikNews
Minggu, 03 Mar 2019 14:43 WIB
Foto: Kepala Dinas Perhubungan Jatim Fattah Jasin/Hilda Meilisa Rinanda
Foto: Kepala Dinas Perhubungan Jatim Fattah Jasin/Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Pemprov Jatim berencana membuat kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) di wilayah Gerbang Kertasusila. Rencananya, rutenya mulai dari Lamongan-Gresik-Surabaya-Sidoarjo-Mojokerto.

Kepala Dinas Perhubungan Jatim Fattah Jasin mengatakan dalam sehari setidaknya ada 10 juta masyarakat yang bersirkulasi di daerah tersebut. Ini berarti, sudah waktunya Jatim memiliki penghubung agar perekonomiannya turut meningkat.

"Ada kurang lebih 10 juta orang setiap hari bersirkulasi di daerah Gerbang Kertasusila itu. Maka sudah selayaknya ada angkutan massal kayak LRT itu," kata Fattah saat dihubungi detikcom di Surabaya, Minggu (3/3/2019).


Fattah menambahkan di Jatim selama ini memang belum ada angkutan massal di daerah Gerbang Kertasusila. Jika ada, masih menggunakan kereta api biasa dengan tenaga diesel.

Dia mencontohkan rencana pembangunan LRT ini nanti bisa seperti LRT yang di Jabodetabek. Yakni sudah menggunakan mesin elektrik.

"Jawa Timur provinsi yang ditunggu-tunggu sebenarnya segera terwujud sistem angkutan massal dengan kereta api yang kebetulan ada LRT. Di Jakarta kan sudah ada Jabodetabek. Jawa Timur belum, masih komuter pakai diesel, ini kan elektrik," lanjutnya.


Sementara itu, Fattah menambahkan pihaknya telah melakukan rapat dengan sejumlah pihak. Seperti halnya pada Kamis (28/2), Fattah mengadakan rapat dengan Wagub Emil Elestianto Dardak dan sejumlah konsultan dari luar negeri.

Fattah menambahkan nantinya pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat tepatnya dari pihak Dirjen Perkeretaapian. Fattah juga akan berkoordinasi dengan PT KAI Daop 8.

"Harapannya ya secepatnya jadi tidak hanya Dinas Perhubungan saya juga berkomunikasi dengan PT KAI daop 8 juga berharap PT KAI siap mengelola di Jabodetabek. Jadi kalau dari Dinas Perhubungan, saya sangat mendukung ini agar bisa dilakukan perencanaan dan sebagainya," harap Fattah. (hil/iwd)