Sebelum Nyepi, Ribuan Umat Hindu Upacara Melasti di Surabaya

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Minggu, 03 Mar 2019 11:21 WIB
Ribuan umat Hindu gelar Melasti di Surabaya (Foto: Istimewa)
Surabaya - Sebanyak 7.000 umat Hindu dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Lamongan menggelar Melasti. Upacara ini sebagai salah satu rangkaian Nyepi yang jatuh Kamis (7/3). Umat terlihat khidmat saat beribadah.

Melasti dimulai pukul 07.00 WIB di Pura Agung Jagat Karana yang berlokasi di Jalan Lumba-lumba, kawasan Tanjung Perak. Perayaan Nyepi tahun baru saka 1941 di Surabaya ini bertema 'Melalui Catur Brata Penyepian, Kita Sukseskan Pemilu 2019'.

Mereka terbagi menjadi beberapa kelompok mewakili tempat peribadatannya masing-masing. Umat berjalan kaki sambil mengusung gulungan sesaji dan benda sakral dari Pura menuju lokasi upacara Melasti di Pantai Arafuru, Kompleks Akademi Angkatan Laut yang berjarak sekitar 6 kilometer dari Pura Agung Jagat Karana.

Ketua Walaka Parisada Hindu Dharma (PHDI) Prof. Nyoman Sutantre menyampaikan makna dari upacara melasti adalah suatu proses pembersihan diri manusia, alam dan benda benda yang di anggap sakral untuk dapat suci kembali dengan melakukan sembahyang dan permohon kepada Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa) lewat perantara air kehidupan (laut, danau, sungai ), dengan jalan dihayutkan agar segala kotoran tersebut hilang dan suci kembali.


"Upacara ini juga bertujuan memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar Umat Hindu diberi kekuatan dalam melaksanakan rangkaian Haru Raya Nyepi,"kata Nyoman Sutantre kepada wartawan di lokasi melasti, Minggu (4/3/2019).

Nyoman menambahkan ada lima ritual yang dilakukan umat Hindu dalam Hari Raya Nyepi, yaitu Melasti yang merupakan penyucian badan kasar, kemudian keesokan harinya adalah Tawur Agung atau menyucikan badan halus.

"Hari ketiga kita nyepi, yaitu meditasi untuk membersihkan diri dan pikiran. Setelah itu kita hidup biasa untuk mewujudkan kedamaian. Lalu tahapan kelima adalah Dharma Santi yang akan dipusatkan di GOR Joyoboyo Kediri bagi umat Hindu se-Jawa Timur pada bulan 22 April 2019 mendatang," jelas Nyoman.


Nyoman menekankan pesan Hari Raya Nyepi tahun ini adalah toleransi yang harus diimplementasikan dengan nyata, terlebih di tahun politik.

"Tahun ini adalah tahun Politik, marilah kita sukseskan Pemilu 2019 dengan saling menghormati satu sama lain meskipun berbeda pandangan, pendapat, dan pilihan," ujar Nyoman.

Dari pantauan di lokasi laut Arafuru, selain melakukan persembahyangan, para pemangku peribadatan kemudian memercikkan air suci kepada seluruh umat hindu yang hadir. Setelah itu sebagian sesaji dilarung ke laut sebagai simbol penyucian diri. Sesaji lainnya dan benda-benda sakral dari pura setelah disucikan dibawa kembali ke tempat peribadatan masing-masing.


Saksikan juga video 'Saat Anies Janji Fasilitasi Kebutuhan Peribadatan Umat Hindu di Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)