detikNews
Senin 25 Februari 2019, 18:41 WIB

Polisi Cepat Amankan Emak-emak Kampanye HItam, BPN Singgung Keadilan

Amir Baihaqi - detikNews
Polisi Cepat Amankan Emak-emak Kampanye HItam, BPN Singgung Keadilan Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso/Foto: Amir Baihaqi
Surabaya - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso membantah viral video emak-emak sosialisasikan pernikahan sejenis sah jika Jokowi menang tanpa sepengetahuan pihaknya. Dia kemudian menilai ada ketidakadilan dalam kasus itu.

"Mengenai video tiga emak-emak yang sudah tentu itu betul-betul tanpa sepengetahuan kami dan tidak tahu itu relatif cepat sekali aparat penegak hukum atau siapapun untuk memeriksa itu," kata Priyo saat menjawab pertanyaan detikcom di Hotel Wyndham, Surabaya, Senin (25/2/2019).

"Silahkan siapa pun yang menyalahi aturan diperiksa, tapi harus yang kami di sini nggak perhatian penuh dari negara ini ialah perlakuan adil untuk kasus-kasus ini," lanjutnya.


Ia kemudian membandingkan kasus-kasus pelanggaran kampanye yang dilakukan paslon nomor 01. Yang menurutnya tanpa ada tindakan lebih lanjut dan tanpa ada kejelasan.

"Demikian pula ketika ada seorang kepala desa di Jawa Timur secara spontanitas tiba-tiba menginginkan gerak hatinya memilih Prabowo-Sandi langsung gerak diproses secara hukum," terangnya.

"Tapi saat bersamaan kita betul-betul jengah menyaksikan ada mobilisasi dari aparat-aparat dan bahkan di Jawa Tengah ada bupati-bupati dimobilisir untuk mendukung calon tertentu 01 dan kemudian Bawaslu menjatuhkan sanksi bahwa diperkirakan melanggar pasal ini dan itu tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya," urainya.


Menurut Priyo, kampanye hitam seperti itu sangat dijauhi oleh pihaknya. Karena hal itu menjadi instruksi langsung dari Prabowo sendiri.

"Kami sendiri tetap secara resmi dan legal. Pak Prabowo sendiri mewanti-wanti kepada kita agar berkampanye secara profesional, bermartabat dan menjauhi kampanye-kampaye hitam model itu," terang mantan politisi Partai Golkar itu.

Sebelumnya, di media sosial tengah diramaikan sosialisasi dua orang perempuan terhadap warga untuk tidak memilih Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Jokowi diisukan akan melarang azan dan melegalkan pernikahan sejenis.

Dalam video yang beredar, dua orang perempuan tersebut berbicara dalam bahasa sunda kepada warga saat kampanye door to door. Warga diyakini bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis.



3 Emak Diciduk Polisi Terkait Video Kampanye Hitam ke Jokowi-Ma'ruf, Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]



(fat/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com