DetikNews
Jumat 22 Februari 2019, 15:59 WIB

Makam Warga Beda Keyakinan Akan Direlokasi, Ini Respons Warga

Enggran Eko Budianto - detikNews
Makam Warga Beda Keyakinan Akan Direlokasi, Ini Respons Warga Makam Nunuk Suwartini (Foto: Enggran Eko Budianto/File)
Mojokerto - Makam Nunuk Suwartini (68) akan direlokasi dari Makam Islam Desa Ngareskidul, Gedeg, Mojokerto karena perbedaan keyakinan. Rupanya dorongan untuk memindahkan makam Nunuk datang dari warga kampung berbeda.

Jenazah Nunuk dimakamkan di Makam Islam yang terletak di Dusun Ngares Wetan, Desa Ngareskidul, Jumat (15/2). Ibu tiga anak ini meninggal dunia karena terkena stroke. Wanita kelahiran Sragen, Jawa Tengah itu menetap di Dusun Ngares Wetan sejak menikah dengan Suwoto (72) lebih dari 42 tahun silam.

Makam Nunuk yang berada di pojok paling utara Makam Islam Ngareskidul akan segera direlokasi. Itu setelah adanya protes dari segelintir orang yang mengklaim dirinya sebagai ulama.

Sementara para tetangga almarhum tak mempersoalkan jenazah Nunuk dimakamkan di Makam Islam tersebut. Seperti yang dikatakan Agus, warga Dusun Ngares Wetan. Menurut dia, permintaan untuk memindahkan makam Nunuk justru datang dari kampung sebelah, yaitu Dusun Ngares Kulon.

"Saya menolak saat dimintai tanda tangan untuk memindahkan makam Bu Nunuk. Karena orangnya sudah terlanjur dimakamkan," kata Agus saat berbincang dengan detikcom di rumahnya, Jumat (22/2/2019).


Acara pemakaman Nunuk sepekan yang lalu, lanjut Agus, memang hanya dihadiri sedikit warga Dusun Ngares Wetan. Namun, itu bukan berarti warga menolak pemakaman jenazah Nunuk di Makam Islam Ngareskidul.

Menurut dia, sedikitnya warga yang melayat lebih karena sosok Suwoto yang kurang aktif di kegiatan kampung Ngares Wetan. Bukan karena perbedaan keyakinan.

"Saya ikut di acara pemakaman itu. Warga sini sedikit yang datang ke pemakaman mungkin karena keluarga Bu Nunuk kurang aktif di kegiatan kampung sini," ungkapnya.

Kepala Dusun Ngares Wetan Bambang menjelaskan, tanah yang kini menjadi Makam Islam Desa Ngareskidul berasal dari wakaf almarhum Zuhud, ayah dari Kades Ngareskidul, Mas'ud. Pemakaman ini ditetapkan menjadi Makam Islam pada masa pemerintahan Kades sebelumnya.

Kendati begitu, kata Bambang, warganya tak ada yang meminta agar makam Nunuk direlokasi. Menurut dia, warga Ngares Wetan menghormati hasil musyawarah pada Jumat (15/2) pagi. Saat itu warga sepakat jenazah Nunuk dimakamkan di Makam Islam Ngareskidul dengan syarat menghormati syariat Islam.


"Ya biar saja, sudah meninggal, sudah dikubur, lagian juga almarhum penduduk sini. Takmir musala Ngares Wetan juga tak mau tanda tangan pemindahan makam," terangnya.

Bambang juga membenarkan, permintaan pemindahan makam Nunuk datang dari segelintir warga Dusun Ngares Kulon. "Warga sini tidak ada yang protes, yang protes hanya sebagian warga Ngares Kulon. Siapa saja yang protes saya tidak tahu," tandasnya.

Nunuk meninggal akibat sakit stroke, Kamis (14/2). Ibu tiga anak ini sempat dirawat di RSUD RA Basuni, Gedeg, Mojokerto selama 5 hari.

Meski sempat ditolak segelintir warga, jenazah Nunuk dimakamkan di Makam Islam Desa Ngareskidul, Jumat (15/2). Namun, makam tersebut akan direlokasi karena adanya protes dari segelintir orang.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed