DetikNews
Selasa 12 Februari 2019, 18:25 WIB

Unik, Pasutri Hingga Bapak Anak Saling Jegal di Pilkades Nganjuk

Sugeng Harianto - detikNews
Unik, Pasutri Hingga Bapak Anak Saling Jegal di Pilkades Nganjuk Foto: Sugeng Harianto
Nganjuk - Ada yang unik dalam pemilihan kepala desa serentak di Nganjuk. Untuk menjadi orang nomor satu di desa, pasutri hingga bapak anak ini harus bersaing di gelaran tersebut.

"Ini saya ikut sebagai calon kades, memang lawannya istriku sendiri," ujar calon kades Karangsong Kecamatan Loceret Sumarsono Adi (58) kepada detikcom di kantor desa Selasa sore (12/2/2019).

Persaingan antara dirinya dengan sang istri Lilik Supiah (54) untuk memperebutkan kursi kepala desa menurutnya bukan tanpa sebab. Hal ini karena tidak ada warga yang mendaftar untuk bersaing dengannya.

"Ini terpaksa istri saya sendiri yang mendaftar karena tidak boleh melawan kotak kosong. Akhirnya istri yang mendaftar," katanya.


Sumarsono mengatakan dalam persaingan ini dirinya memperoleh suara terbanyak dengan jumlah 1.523 dan istrinya hanya 146 suara. "Selisih lumayan banyak akhirnya saya terpilih kembali menjadi kades untuk dua periode ini," ucapnya.

Selain di desa Karang Sono keunikan juga terjadi di Desa Patihan. Persaingan terjadi antara seorang bapak dengan anak untuk menjadi kepala desa. "Ini kemarin sampai akhir pendaftaran tidak ada yang daftar hanya saya sendiri akhirnya anak saya mendaftar," ujar kades Patihan terpilih Pujianto (53).

Pujianto pun mengaku optimis memenangkan persaingan walaupun melawan anak perempuannya sendiri Amelia Nuning permadani (31).

"Ini terpilih lagi berarti saya sudah tiga periode menjadi kades Patihan mulai 2007 sampai 2019 melawan kotak kosong terus baru tahun ini karena tidak boleh melawan kotak kosong akhirnya anak saya yang maju. Ini saya dapat 1.833 suara dan anak saya cuma 10 suara," tandasnya sambil tersenyum.


Sebanyak 232 desa di Kabupaten Nganjuk menggelar pemilihan kepala desa secara serentak Selasa (12/2/2019). Mengingat adanya rawan konflik antar pendukung Kades polres Nganjuk mengerahkan 8.430 personil.

"Rawan konflik ada di beberapa wilayah desa. Kerawanan adanya bentrokan antar pendukung yang dibawa pada saat pencoblosan. Namun kita sudah kerahkan 8.430 personil untuk pengamanan," kata Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed