DetikNews
Selasa 12 Februari 2019, 17:14 WIB

Calon Mertua dan Menantu di Mojokerto Kompak Edarkan Sabu

Enggran Eko Budianto - detikNews
Calon Mertua dan Menantu di Mojokerto Kompak Edarkan Sabu Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Bukannya mengajak ke arah kebaikan, Suroso (53) justru melakoni bisnis haram bersama calon menantunya. Keduanya nekat menjadi pengedar narkotika jenis sabu di Kota Mojokerto.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono mengatakan, penangkapan Suroso merupakan hasil pengembangan jaringan pengedar sabu yang dikendalikan narapidana di salah satu Lapas di Jatim.

Saat ditangkap, pria asal Kelurahan Jagalan, Kranggan, Kota Mojokerto itu mengaku bekerjasama dengan Diah (42), calon menantunya sendiri. Diah pun diringkus di kamar kosnya di Kelurahan Kedundung, Magersari, Kota Mojokerto.

"Mereka ini memanfaatkan jaringan kekeluargaan," kata Sigit saat jumpa pers di kantornya, Selasa (12/2/2019).


Usut punya usut, lanjut Sigit, Diah bukan pemain baru dalam lingkaran pengedar narkoba di Kota Mojokerto. Perempuan asal Jakarta ini pernah ditahan karena kasus yang sama tahun 2015 yang lalu.

Tak hanya itu, calon mertua dan menantu ini menjadi pengedar yang dikendalikan salah seorang narapidana. Kedua tersangka bertugas menjualkan barang haram tersebut di Kota Onde-onde.

"Napi tersebut mengendalikan peredaran dari lapas. Namun, kami belum bisa sebutkan lapasnya karena masih dalam pengembangan," terangnya.

Dari penangkapan Diah dan Suroso, polisi menyita barang bukti sabu seberat 4,9 gram. Akibat perbuatannya, mereka dijerat dengan Pasal 112 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.


Selama 12 hari Operasi Tumpas Semeru 2019, tambah Sigit, pihaknya meringkus 16 pengedar narkoba. Dari jumlah itu, 1 tersangka pengedar ekstasi.

"Total barang bukti yang kami sita 9,38 gram sabu dan 3 butir ekstasi," tandasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed