DetikNews
Selasa 12 Februari 2019, 15:23 WIB

Polisi Dalami Keterlibatan Gadis di Video Syur yang Disebar Mantan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Polisi Dalami Keterlibatan Gadis di Video Syur yang Disebar Mantan Foto: Istimewa
Mojokerto - Firman Ardiansyah (22), tersangka penyebar video syur menyebut gadis di dalam video ikut merekam adegan hubungan intim tersebut. Polisi pun melakukan berbagai upaya mengungkap keterlibatan gadis tersebut yang terindikasi melanggar Undang-undang Pornografi.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery mengatakan, pihaknya kini mendalami pengakuan Firman. Tersangka menyebut video hubungan intim yang dia sebar direkam berdua menggunakan kamera ponsel pintar, yaitu dirinya dan gadis di video tersebut yang kini berstatus mantan kekasihnya.

"Kami sedang mendalami keterangan tersangka," kata Fery saat dihubungi detikcom, Selasa (12/2/2019).

Upaya pertama yang akan dilakukan, menurut Fery, dengan memeriksa gadis tersebut. Pemeriksaan terhadap gadis 19 tahun asal Kecamatan Jatirejo, Mojokerto itu akan digelar dalam pekan depan.


"Kami akan konfrontir keterangan gadis tersebut dengan tersangka terkait pembuatan video tersebut," ujarnya.

Fery menjelaskan, jika pemeriksaan terhadap tersangka, si gadis dan saksi-saksi lainnya usai, maka pihaknya akan meminta keterangan pakar Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Saksi ahli dari akademisi tersebut juga akan diminta untuk menganalisa 2 file video syur yang disebarkan Firman.

"Ahli itu yang terakhir setelah keterangan saksi lengkap untuk memperkuat masuk unsur pidananya atau tidak," terangnya.

Sejak kasus video syur ini bergulir, tambah Fery, si gadis telah 2 kali dimintai keterangan oleh penyidik. "Statusnya masih saksi terkait penyebaran video tersebut," tandasnya.


Indikasi keterlibatan si gadis dalam pembuatan video hubungan intim terkuak berkat pengakuan tersangka Firman. Pemuda asal Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Mojokerto ini mengaku merekam video syur itu secara bergantian dengan gadis di dalam video tersebut.

"Yang merekam berdua, bergantian," kata Firman saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Mojosari, Rabu (6/2/2019).

Jika terbukti ikut merekam video syur tersebut, si gadis bisa dinilai melanggar UU RI No 44 tahun 2008 tentang Pornografi. Pasal 4 ayat (1) UU tersebut mengatur "Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang, kekerasan seksual, masturbasi atau onani, ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan, alat kelamin, atau pornografi anak.

Ketentuan pidana akibat melanggar pasal tersebut diatur dalam Pasal 29 undang-undang yang sama. Yaitu Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 12 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp 250 juta paling banyak Rp 6 miliar.


Firman menjalin kasih dengan gadis tersebut sejak April 2018. Karena suka sama suka, dua sejoli ini nekat melakukan hubungan intim di kamar rumah Firman, Minggu (15/7). Adegan tak senonoh ini lah yang mereka rekam menggunakan kamera ponsel pintar.

Namun seiring berjalannya waktu, hubungan Firman dengan kekasihnya mulai retak. Itu setelah dia mengetahui kekasihnya mempunyai hubungan dengan pria lain. Pemuda yang sehari-hari bekerja di bengkel las milik ayahnya ini akhirnya nekat menyebarkan video intim tersebut melaui WhatsApp ke teman-teman kekasihnya pada 5 Januari 2019.

Firman lalu dilaporkan ke Polres Mojokerto oleh mantan kekasihnya tersebut, Minggu (13/1). Terdapat 2 video yang disebarkan Firman. Video pertama berdurasi 1 menit 21 detik menunjukkan si gadis sedang berhubungan intim dengan dia. Video itu mereka rekam sendiri di kamar rumah Firman. Keduanya saat itu sedang berpacaran.

Sementara video ke dua hanya berdurasi 15 detik. Firman diringkus di rumah neneknya, Desa Jimbe, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, Kamis (31/1). Pelaku sempat berpindah-pindah tempat selama 17 hari pelariannya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed