DetikNews
Senin 11 Februari 2019, 13:07 WIB

Atap Ambruk, Siswa MTs di Mojokerto Belajar di Teras dan Musala

Enggran Eko Budianto - detikNews
Atap Ambruk, Siswa MTs di Mojokerto Belajar di Teras dan Musala Para siswa belajar di musala (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Runtuhnya atap ruang kelas VII MTs Bahrul Ulum, Desa Kupang, Jetis, Mojokerto mengakibatkan trauma bagi para siswa. Mereka terpaksa belajar di teras dan musala sekolah lantaran takut ruang kelas mereka turut ambruk.

Ruang kelas VII, VIII dan IX MTs Bahrul Ulum letaknya berjajar. Pasca atap kelas VII ambruk, dua kelas lainnya hari ini juga dikosongkan. Sehingga sekolah yang hanya mempunyai 3 ruang kelas ini nampak sepi.

Sebanyak 84 siswa MTs Bahrul Ulum memilih belajar di tempat lain. Dengan rincian 25 dari 27 siswa kelas VII belajar di teras MI Bahrul Ulum, 30 siswa kelas VIII belajar di salah satu ruang kelas MI Bahrul ulum, serta 27 siswa kelas IX belajar di musala sekolah.

MTs dan MI Bahrul Ulum sendiri letaknya saling berhadapan di areal yang sama. Sekolah di bawah naungan Yayasan Fathul Ulum ini mempunyai jenjang pendidikan mulai RA (setingkat TK) hingga MA (setingkat SMA).

Kepala MTs Bahrul Ulum Ahmad Shofwan mengatakan, kegiatan belajar mengajar (KBM) kelas VIII dan IX turut direlokasi karena para siswa takut ruang kelas mereka ambruk.

"Anak-anak takut masuk kelas. Oleh warga dan pengurus yayasan, genteng akan dibongkar untuk mengecek kondisi atapnya masih kuat atau tidak," kata Shofwan kepada wartawan di kantornya, Senin (11/2/2019).

Atap ruang kelas VII yang ambruk, lanjut Shofwan, akan segera direnovasi. Pihaknya berharap Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto turut membantu renovasi ruang kelas VIII dan IX yang umurnya sudah mencapai 15 tahun.


Foto: Enggran Eko Budianto


"Ruang kelas yang ambruk dibantu alumni untuk merenovasi," terangnya.

Dari 9 siswa kelas VII yang menjadi korban ambruknya atap ruang kelas, 2 di antaranya belum bisa masuk sekolah. "Kemarin kami besuk kondisinya membaik, tapi dokter menyarankan agar mereka istirahat dulu selama seminggu," ujarnya.

Belajar di teras maupun musala sekolah, membuat para siswa merasa kurang nyaman. Betapa tidak, mereka harus belajar dengan lesehan di lantai. Namun, kondisi ini terpaksa mereka jalani agar tak menjadi korban tertimpa atap ruang kelas.

Seperti yang dikatakan Karin, salah seorang siswa kelas IX MTs Bahrul Ulum. "Semoga ruang kelas kami segera dibenahi. Supaya tidak belajar di teras atau musala seperti ini," tandasnya.

Atap ruang kelas VII MTs Bahrul Ulum ambruk, Jumat (8/2) sekitar pukul 07.30 WIB. Saat kejadian, KBM mata pelajaran Bahasa Arab sedang berlangsung. Terdapat 22 siswa dan seorang guru Bahasa Arab, Dzurrotun Ainin Faizah di ruang kelas seluas 6x5 meter persegi tersebut.

Akibat insiden ini, 9 siswa dan 1 guru terluka setelah tertimpa material atap ruang kelas yang runtuh. Para korban sempat dirawat di Puskesmas Kupang dan RSUD RA Basuni, Gedeg, Mojokerto. Para korban dipulangkan pada hari yang sama untuk dirawat jalan.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed