detikNews
Sabtu 09 Februari 2019, 16:51 WIB

Ratusan Warga Bojonegoro Tolak LSM Luar Bermain di Proyek Kedungkeris

Ainur Rofiq - detikNews
Ratusan Warga Bojonegoro Tolak LSM Luar Bermain di Proyek Kedungkeris Foto: Ainur Rofiq
Bojonegoro - Ratusan pemuda yang tergabung dalam Asosiasi Tenaga Kerja Oil dan Gas Bojonegoro (Astek On GGO) berunjuk rasa. Mereka menggeruduk lapangan minyak Kedungkeris milik Exxon di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu Bojonegoro.

Ratusan pemuda ini datang dari berbagai desa seperti Sukoharjo, Kalipang, Gayam, Sidokumpul, dan Ngasem. Tuntutan para pemuda ini ingin dipekerjakan di lokasi yang saat ini terdapat proyek pemasangan pipa gas dan minyak.

Aksi itu mendapat penjagaan ketat aparat polisi dan sekuriti perusahaan minyak asal Amerika itu.

Tuntutan massa diantaranya mendukung penegakan Peraturan Daerah (Perda) No23/2011 tentang ikut sertanya Konten Lokal dalam kegiatan penyerapan tenaga kerja.


"Tuntutan kami mendukung KKKS, baik itu Exxon Mobil maupun kontraktor lainnya, tetapi harus ada garansi masyarakat di ring 1 bisa ikut dipekerjakan," ucap Korlap aksi Kamaludin, Sabtu (9/2/2019).

Menurut para pendemo, pada dasarnya tanah lokasi proyek minyak kedungkeris merupakan tanah milik rakyat yang tentunya warga harus bisa dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, tuntutan massa yang lain adalah menolak campur tangan LSM di luar masyarakat terdampak Ring 1 di blok Cepu. Warga menuntut untuk pertanggungjawaban kepada para oknum LSM tersebut.


Setelah aksi di depan lapangan minyak kedungkeris, massa dengan menumpang tiga truk itu melanjutkan aksi unjukrasa di depan kantor DPRD Bojonegoro.

Setibanya di depan gedung wakil rakyat di jalan Trunojoyo Bojonegoro, massa kecewa karena tidak ada perwakilan anggota dewan yang menerim aspirasinya. Sehingga mereka terpaksa meminta kepada polisi untuk cek ke dalam gedung DPRD untuk memastikan informasi tidak adanya para wakil rakyat tersebut.

Sementara itu, menanggapi demo tersebut Exxon menghargai penyampaian pendapat tersebut. Exxon juga selalu mengutamakan tenaga kerja dari lokal masyarakat.

"EMCL menghargai penyampaian aspirasi yang disampaikan pihak terkait melalui cara dialog dan berlangsung aman. Dalam beroperasi EMCL dan kontraktornya mengutamakan tenaga kerja dan peluang bisnis lokal sesuai spesifikasi dan kebutuhan proyek," kata Humas ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) Rexy Mawardijaya.

Simak Juga 'Buruh di Jawa Timur Demo, Tuntut Pemerintah Deportasi TKA':

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed