DetikNews
Kamis 07 Februari 2019, 18:10 WIB

Tolak Berhubungan Intim Alasan Suami Tega Tusuk Istri Hingga Tewas

Sugeng Harianto - detikNews
Tolak Berhubungan Intim Alasan Suami Tega Tusuk Istri Hingga Tewas Foto: Sugeng Harianto
Magetan - Masih ingat seorang suami di Magetan yang menusuk istrinya dengan pisau dapur lalu kabur ke hutan? Ternyata, pelaku menusuk korban hanya karena sang istri menolak saat diajak berhubungan intim.

Polisi mengungkap misteri pembunuhan Ida Winarsih (30) warga Dukuh Blanten, Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan.

"Untuk motif memang sudah terungkap, bahwa pelaku yang baru seminggu pulang dari perantauan itu tepatnya Rabu (16/1) ingin mengajak berhubungan intim. Tapi korban menolak," kata Kapolres Magetan, AKBP Muhammad Rifai kepada wartawan di lokasi Kamis sore (7/2/2019).


Dalam rekonstruksi yang digelar Satuan Reskrim Polres Magetan, tersangka bernama Lanjar (35) memperagakan 25 adegan. Adegan pertama yakni pukul 22.30 WIB saat keduanya menonton televisi di ruang keluarga.

"Adegan demi adegan diperagakan hari ini dalam rekonstruksi. Adegan yang membuat emosi yakni kedua, di mana saat istri menolak berhubungan intim pelaku tiba-tiba pergi ke dapur dan membawa sebilah pisau," tambahnya.

Rekonstruksi yang berlangsung selama 2 jam mulai pukul 14.00 WIB itu melibatkan saksi ayah korban. Sedangkan sang korban diperankan seorang polwan.


"Rekonstruksi melibatkan ayah korban atau bapak kandung (Djais) saat berteriak memanggil tetangga. Bapak korban tahu setelah korban berteriak minta tolong dalam kondisi anak perempuannya penuh darah di punggunya," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Ida ditusuk suaminya dengan pisau dapur, Kamis (17/1/2019) dini hari. Korban meninggal setelah dirawat selama 8 jam di RSUD dr Sayidiman Magetan. Sedangkan pelaku sempat melarikan diri ke hutan.

Lanjar tertangkap sehari setelah kejadian. Kala itu ia pulang ke rumahnya sekitar pukul 03.00 WIB. Tersangka dikenakan Pasal 44 Ayat 3 UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed