DetikNews
Selasa 05 Februari 2019, 17:09 WIB

Antusias Turis Asing Menikmati Bangunan Klenteng di Probolinggo

M Rofiq - detikNews
Antusias Turis Asing Menikmati Bangunan Klenteng di Probolinggo Foto: M Rofiq
Probolinggo - Ada banyak potret menarik saat Perayaan Imlek di Klenteng Tri Dharma Sumber Naga Probolinggo. Salah satunya kehadiran ratusan turis asing di klenteng di Jalan WR Supratman, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.

Para turis asal Prancis dan Jerman itu menikmati keindahan arsitektur klenteng dan berfoto-foto. Klenteng yang didominasi warna merah ini merupakan cagar budaya. Selain itu banyaknya arsitektur patung naga membuat klenteng ini berbeda dengan klenteng pada umumnya.

Salah satu pengunjung asal Jerman, Adeline mengaku terkesan dengan arsitektur Sumber Naga. Menurutnya, klenteng tersebut memiliki keunikan yang menjadi pembeda dengan kelenteng pada umumnya.


"The building was extraordinary, different from the temples in general which was clear I was impressed to visit here (Bangunannya luar biasa, berbeda dari klenteng pada umumnya, yang jelas saya terkesan berkunjung ke sini," kata Adeline saat di klenteng, Selasa (5/1/2019).

Antusias Turis Asing Menikmati Bangunan Klenteng di ProbolinggoFoto: M Rofiq

Rasanya tidak heran jika Adeline terkesan dengan arsitektur klenteng. Karena sebelumnya Adi juga menjelaskan, klenteng yang juga disebut Kuil Mata Air Naga itu termasuk bangunan cagar budaya di Probolinggo.

Ketua Klenteng Sumber Naga, Adi Sutanto Saputro mengaku perayaan Imlek kali ini berbarengan dengan datangnya kapal pesiar MS Amadea yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Probolinggo.


"Dalam imlek ini, kita welcome bagi para pengunjung siapapun. Karena kita tidak di sini tidak membeda-bedakan ras, agama, maupun golongan," kata Adi.

Tonton video: Ratusan Turis Kunjungi Klenteng di Probolinggo

[Gambas:Video 20detik]



Dia menjelaskan jumlah pengunjung yang datang kali ini lebih dari 100 persen. Dan yang membedakan imlek tahun ini yakni, jumlah lilin yang dipasang mencapai 20 ribu Kati. Ini dilakukan agar di tahun babi tanah ini, kemakmuran menyertain seluruh umat manusia.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed