detikNews
Kamis 31 Januari 2019, 09:29 WIB

Pengelola Penyeberangan Sungai Brantas di Tulungagung Buka Suara

Adhar Muttaqin - detikNews
Pengelola Penyeberangan Sungai Brantas di Tulungagung Buka Suara Foto: Adhar Muttaqin
Tulungagung - Pengelola jasa perahu penyeberangan sungai di Desa/Kecamatan Ngunut, Tulungagung angkat bicara terkait kejadian mobil tercebur hingga mengakibatkan tiga korban jiwa. Mobil tercebur sungai sudah 2 kali terjadi.

"Ini sudah 2 kali terjadi. Tapi sebelumnya tidak ada korban. Kalau posisi kendaraan itu sudah naik perahu dan perahu bocor mungkin perahu mutlak salah. Ini perahunya belum datang dan masih ada diseberang, belum mendekat, tapi mobil sudah tercebur," kata pengelola jasa penyeberangan Pema, Sudain saat dikonfirmasi, Kamis (31/1/2019).

Pihaknya enggan menilai siapa yang harus dipersalahkan dalam kejadian tenggelamnya mobil Avanza tersebut. Ia memilih untuk menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh polisi.


Sudain menjelaskan, terkait sistem pengamanan di dermaga penyeberangan, pihaknya mengaku tidak berani melakukan renovasi maupun penambahan fasilitas lainnya. Sebab, pembangunan tersebut sebelumnya dilakukan oleh pemerintah.

"Ini yang membangun bukan saya, tapi pemerintah. Mau saya kasih pengaman takut keliru atau bagaimana. Kami kan tidak berani. Sehingga kalau menurut yang membangun sudah pantas, ya saya yang disuruh memakai ya terima saja," ujarnya.

Sudain menambahkan, peristiwa mobil tercebur di lokasi yang dia kelola sudah terjadi dua kali. Kejadian pertama dialami mobil Daihatsu Gran Max, sedangkan kejadian kedua mobil Avanza yang menewaskan tiga penumpang.


Pihaknya mengakui jasa penyeberangan perahu di wilayah Ngunut maupun Rejotangan yang berjumlah 17 titik, tidak satupun yang memiliki jaminan asuransi dari Jasa Raharja. Ia tidak mengetahui prosedur yang harus ditempuh agar bisa bekerjasama.

"Kalau memang bisa kerjasama ya tidak masalah, tapi sekarang persoalannya jasa penyeberangan perahu di sini semuanya belum legal. Kalau milik saya surat PASnya sudah ada, artinya juga pernah uji Kir. Sedangkan terkait dengan karcis caranya bagaimana dan betuknya seperti apa, mungkin dari pemerintah," imbuhnya.

Mobil Toyota Avanza L 1147 BT yang dikemudikan Waridi (56) warga Rungkut Lor Surabaya tercebur ke Sungai Brantas di Desa/Kecamatan Ngunut. Saat itu mobil mengantre untuk menggunakan jasa penyeberangan perahu. Namun kendaraan tiba-tiba melaju saat proses parkir di turunan dermaga penyeberangan. Sopir minibus berhasil menyelamatkan diri saat kendaraan terbawa arus sungai.

Sedangkan tiga korban meninggal dunia. Para korban adalah adalah Fitri Nusyam (34) warga Kedungasem Surabaya, Siti Yuniati (32) warga Rungkut Lor Surabaya dan Siti Alfiah (61) warga Dusun Jati, Desa Pandansari, Kecamatan Ngunut Tulungagung.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed