detikNews
Senin 28 Januari 2019, 14:00 WIB

Tanggul Lumpur Sidoarjo Ditinggikan, Warga: Kurang Maksimal

Suparno - detikNews
Tanggul Lumpur Sidoarjo Ditinggikan, Warga: Kurang Maksimal Foto: Suparno
Sidoarjo - Tanggul penahan lumpur di Desa Gempol Sari, Kecamatan Tanggulangin ditinggikan. Namun warga mengaggap peninggian tanggul agar air tidak meluber kurang maksimal.

Pada Oktober 2018, tanggul penahan lumpur sepanjang 100 meter di Desa Gempol Sari amblas. Dampaknya, jarak permukaan air dengan bibir tanggul sangat tipis.

Keadaan tersebut membuat warga sekitar khawatir terlebih hujan hampir turun setiap hari. Mereka khawatir air akan meluber dan tanggul tersebut jebol tidak kuasa menahan air dan lumpur.

Menanggapi hal itu, Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) saat ini tengah melakukan penanganan dengan cara meninggikan tanggul. Ada empat alat berat di lokasi dan beberapa petugas mulai memasang gedek.


"Penanganan tanggul seperti ini kami anggap kurang maksimal, karena saat ini puncak musim hujan," kata warga Desa Gempol Sari Rt 11, Rw 3, Sukardi (45) kepada detikcom di atas tanggul, Senin (28/1/2019).

Menurut Sukardi, selain meninggikan tanggul dan memasang gedek, PPLS juga harus menyiapkan pompa di atas tanggul. Pompa yang bisa digunakan saat volume air berlebih atau melampaui batas.

"Minimal ada tiga pompa, khusus untuk mengurangi volume air di waduk tersebut. Karena kalau hanya peninggian saja, sekarang kan puncak musim hujan, kemungkinan air akan terus bertambah," tambah Sukardi.

Hal senada juga disampaikan warga Desa Gempol Sari Rt 14 Rw 4, Yasik (42). Ia mengungkapkan kecemasan warga akan kemungkinan tanggul jebol. Terutama saat malam hari.


"Warga takut tanggul penahanan lumpur itu jebol. Akhirnya setiap malam warga selalu jaga kampung dan berganti mereka selalu ngecek tanggul, terutama malam hari," kata Yasik.

Di tempat terpisah, Humas PPLS Hengky Listria Adi menyampaikan alasan pemasangan gedek di sekitar tanggul. "Agar ombak tidak mengikis tanggul penahanan lumpur, PPLS memasang sesek," kata Hengky saat dihubungi.

Terkait pompa air, Hengky menjelaskan jika pihaknya juga sudah mengurangi volume air di waduk 67 itu. Yakni dengan cara mengalirkan air melalui pompa dan over flow.

"Saat ini proses peninggian masih berjalan, tanggul akan di tinggikan sampai 11 meter," pungkas Hengky.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com