Penyesalan Pebalap Cantik Jesika yang Kapok Ikut Balapan Liar Lagi

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Kamis, 24 Jan 2019 09:03 WIB
Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Viralnya cewek cantik yang menjadi joki dalam sebuah balapan liar di GOR Ken Arok Kota Malang membuat polisi repot. Polisi dituding abai karena membiarkan adanya balapan liar.

Polisi pun melakukan patroli dan mencari siapa cewek cantik yang dikenal dengan nama Jesika Amelia Belbi tersebut. Polisi pun mencari dan akhirnya menemukan Jesika. Siapa sebenarnya Jesika?

Jesika ternyata tinggal di Jalan KH Malik Dalam, Kedungkandang, Kota Malang. Polisi mendatangi rumah Jesika.

"Jadi benar sampeyan yang balapan itu?," tanya Kanit Laka Polres Malang Kota Iptu Sutadi kepada Jesika, Rabu (23/1/2019).


Foto: Muhammad Aminudin

"Iya pak," jawab Jesika seraya menunduk.

Jesika kemudian mengaku bahwa nama aslinya bukanlah Jesika, melainkan Siska Wati, usianya baru 19 tahun. Siska adalah sulung dari dua bersaudara dari pasangan Edi Purnomo dan Siti Rohma.

Perempuan lulusan SMP tersebut hanya bisa pasrah dan mengakui apa yang dilakukannya hingga berjanji tak mengulangi perbuatannya.

"Iya di video itu saya. Motor pinjam teman. Saya jatuh sebelum balapan selesai," ucap Jesika.

Sulung dua bersaudara itu, enggan membeberkan detil bagaimana cerita dirinya terjatuh saat balapan. Hanya dia katakan, motor dalam kondisi rusak dan dirinya mengalami luka lecet di bagian tangan serta kaki.

"Motor milik teman, rusak karena jatuh. Saya hanya luka-luka sedikit. Saya kapok dan tak akan mengulangi," janjinya.


Surat pernyataan Jesika tak akan megulangi perbuatannya lagi Surat pernyataan Jesika tak akan megulangi perbuatannya lagi Foto: Muhammad Aminudin

Dikatakan Jesika, bahwa dirinya memang sering mendatangi GOR Ken Arok ketika sore hari saat ajang balapan akan dilakukan.

"Sering kesana (GOR Ken Arok) nonton dan yang kemarin ingin mencoba ikut balapan," terang Siska.

Polisi kemudian meminta Jesika atau Siska membuat surat pernyataan, untuk tidak mengulangi perbuatannya. Siska bakal terancam jeratan hukum bila nekat kembali turun menguji adrenalinnya.

"Kami sudah meminta untuk membuat surat pernyataan dengan materai, untuk tidak mengulangi perbuatannya. Jika memaksa dan mengulangi, maka akan dilakukan tindakan hukum," ungkap Sutadi.

Selama membuat surat pernyataan, Jesika didampingi oleh orang tuanya Edi Purnomo dan disaksikan ketua RW setempat. Jesika mengaku kapok dan tak ingin mengulanginya kembali.

"Saya kapok dan tak akan mengulangi," tegas Jesika lagi. (iwd/fat)