DetikNews
Rabu 23 Januari 2019, 21:21 WIB

Sederet Keluhan dalam Proyek Basemen RS Siloam, Apa Saja?

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Sederet Keluhan dalam Proyek Basemen RS Siloam, Apa Saja? Foto: Amir Baihaqi/File
Surabaya - Aroma ketidakberesan dalam proyek pembangunan basemen RS Siloam yang menjadi penyebab amblesnya Jalan Gubeng sudah lama terendus. Bagaimana tidak, selama pengerjaan, ada saja masalah yang timbul.

"Pada proses pembangunan berjalan, itu di tahun 2018 itu ada mulai 2017 ini sudah ada permasalahan di mana disebut 10 September 2018 ini ada perbaikan rumah di Jalan Raya Gubeng No 92, ini ada komplain juga," ungkap Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (23/1/2019).

Luki melanjutkan, sejumlah warga di sekitar proyek juga sempat mengeluhkan saluran pembuangan mereka yang dipenuhi lumpur. Belakangan diketahui jika lumpur tersebut merupakan limbah pembangunan.

"Terus ada teguran sebagai dampak pembangunan tersebut ada pembuangan limbah di got, lumpur," lanjut Luki.


Tak hanya itu, Toko Elizabeth yang lokasinya tepat di depan proyek juga mengalami keretakan. Laporan yang dilayangkan pada tanggal 8 Oktober 2018 menyebutkan adanya penurunan bangunan.

"Ada penurunan bangunan di 8 oktober, bangunan Elizabeth," ujarnya.

Menurut Luki, temuan-temuan ini bisa menjadi bukti kuat jika ada rangkaian kejadian tak beres sebelum amblesnya Jalan Gubeng.

"Sehingga dari rangkaian kejadian ini sebelum terjadi amblesnya di Desember. Jadi ada rangkaian-rangkaian dampak dari pembangunan tersebut," pungkas Luki.


Diberitakan sebelumnya, polisi juga menemukan bahwa proyek ini menggunakan dua IMB (izin mendirikan bangunan). Bahkan spek yang dicantumkan dalam tiap perizinan juga berbeda.

Selain itu, proyek tersebut sudah dibangun sebelum mendapatkan izin dari pihak berwenang.

"Tahun 2014 tim ahli bangunan ini dari dinas memberikan rekomendasi kepada Pemkot untuk diterbitkan IMB. Dan 2015 terbitlah IMB dengan izin 20 lantai dan 2 lantai basemen 2015," ungkap Luki.

Namun di tahun 2017, terbit lagi surat izin untuk membangun 11 lantai dan 20 lantai atas, juga 3 lantai basemen.

"Tahun 2017 ini sudah terbit lagi GMB yaitu izinnya untuk membangun 11 dan 20 lantai atas serta 3 ke bawah atau basemen. Jadi proses penggalian untuk bangunan basemen oleh PT NKE ini dimulai 19 Desember tahun 2017," lanjut Luki.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed