DetikNews
Rabu 16 Januari 2019, 14:14 WIB

Nenek Tukang Kredit Dibunuh, Polisi Fokus Pada 2 Alat Bukti

Enggran Eko Budianto - detikNews
Nenek Tukang Kredit Dibunuh, Polisi Fokus Pada 2 Alat Bukti Jenazah korban dievakuasi (Foto: Enggran Eko Budianto/File)
Jombang - Kasus pembunuhan Endang Pujiastutik (75), warga Desa/Kecamatan Peterongan, Jombang belum menemui titik terang. Polisi berusaha mengungkap identitas pelaku melalui kain slayer dan buku utang yang ditemukan di rumah korban.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan, salah satu petunjuk yang dia punya terkait kasus ini adalah selembar kain slayer. Kain warna hitam kombinasi merah bermotif batik ini digunakan pelaku untuk mengikat mulut korban.

Menurut dia, kain slayer tersebut milik pelaku. Hal itu dikuatkan dengan keterangan anak pertama korban, Hendri. Saat kejadian, Hendri sedang di Surabaya untuk mengurusi pekerjaan.

"Keterangan anak korban, slayer bukan milik korban. Masih kami selidiki asal usulnya, kami belum ketahui belinya di mana," kata Azi saat dihubungi detikcom, Rabu (16/1/2019).


Selain itu, lanjut Azi, pihaknya juga menyelidiki kemungkinan korban terlibat masalah dengan orang lain. Salah satunya dengan memeriksa buku daftar utang milik korban.

"Kami cek buku utang korban. Mungkin dari situ siapa tahu ada yang utang banyak ke korban, saat ditagih sakit hati," terangnya.

Sebuah pisau dapur juga ikut disita polisi dari lokasi pembunuhan. Menurut Azi, pisau sepanjang 20 cm itu ditemukan di lantai dapur, tepatnya di bawah kepala korban. Namun, pisau tersebut belum bisa dipastikan milik pelaku atau milik korban.

"Anak korban tak tahu pasti ibunya punya pisau tersebut atau tidak. Rencana kami kirim ke Labfor setelah mengerucut siapa pelakunya, tujuannya untuk mencocokkan sidik jarinya," tandasnya.


Endang ditemukan tewas membusuk di dapur rumahnya, Dusun/Desa Peterongan, Sabtu (12/1) sekitar pukul 07.00 WIB. Jenazah Endang pertama kali ditemukan oleh saudaranya, yaitu Johanes (52), warga Perumahan Wisata Bukit Mas, Lakarsantri, Surabaya, dan Harjono (67), warga Jalan Pajajaran, Klojen, Kota Malang. Kedua pria itu datang ke rumah korban untuk bertamu.

Hasil autopsi menunjukkan Endang tewas akibat kehabisan nafas. Itu setelah mulut korban disumpal pelaku dengan kantong plastik. Tak hanya itu, pelaku juga mengikat mulut korban dengan kain slayer. Kain tersebut diikat melingkar ke leher korban sebanyak 2 kali. Sementara kedua tangan korban diikat di belakang punggungnya menggunakan karet ban bekas.

Endang mempunyai 2 anak. Mereka adalah Hendri dan Heru Santoso (42). Saat kejadian, korban di rumah bersama Heru yang mengalami keterbelakangan mental. Korban diperkirakan tewas sejak 4 hari sebelum mayatnya ditemukan.

Korban mencari nafkah dengan meminjamkan uang ke para pedagang di Pasar Peterongan. Tempat tinggal korban cukup dekat dengan pasar tradisional tersebut. Tas berisi uang milik korban diketahui telah raib. Diduga tas tersebut dibawa kabur oleh pelaku.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed