detikNews
Senin 31 Desember 2018, 15:33 WIB

Jabat Wagub 2 Periode, Gus Ipul Menyesal Tak Tinggalkan Legacy

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Jabat Wagub 2 Periode, Gus Ipul Menyesal Tak Tinggalkan Legacy Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Mendekati masa akhir kepemimpinannya sebagai Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengaku cukup menyesal. Pasalnya, selama 10 tahun menjabat, dirinya merasa belum memiliki legacy atau peninggalan yang berguna untuk masyarakat Jatim.

"Saya terima kasih sudah diberi amanat dua periode. Tapi kalau boleh menyesal, saya amat menyesal, dua periode kepemimpinan kami tidak mempunyai legacy, yang dijadikan pembeda antara provinsi kita dengan yang lain. Yang bisa mempunyai dampak besar buat masyarakat atau yang bisa dijadikan ikon Jatim," kata Gus Ipul sapaan akrabnya saat ditemui di kediamannya di Surabaya, Senin (31/12/2018).

Gus Ipul menambahkan jika Jatim mau, bisa saja pemerintah membuat suatu legacy. Dia juga menyebut kepemimpinan gubernur terdahulu seperti Imam Utomo memiliki legacy misalnya pembangunan Jembatan Suramadu hingga Basofi Soedirman yang mampu menciptakan gerakan kembali ke desa.


Tak hanya itu, Gus Ipul juga mencontohkan beberapa provinsi lain yang memiliki sebuah legacy yang bermanfaat bagi masyarakatnya. Gus Ipul mencontohkan bagaimana Alex Noerdin mampu menghadirkan Jakabaring, serta Fadel Muhammad yang mampu membangun banyak legacy di Gorontalo dan juga Jokowi maupun kepemimpinan Ahok di Jakarta. Namun di Jawa Timur, hal ini belum nampak.

"Seperti Jakabaring di Sumatra Selatan, membuat pertandingan internasional dibawa kesana. Atau Jokowi waktu jadi Gubernur DKI, ada bendungan, banyak yang nampak misalnya MRT," lanjut Gus Ipul.

Kendati demikian, Gus Ipul juga menyesalkan tidak terlaksananya ide-ide yang sempat digagasnya dulu. Seperti membuat pusat olahraga dan kebudayaan di Gresik, Rumah Sakit sebesar RSU Dr Soetomo di Madura hingga pusat kajian Islam di ujung Jembatan Suramadu.

"Padahal bisa kalau mau. Kita pengen bikin RS Istimewa di Madura, ndak ada juga. Kan di sana 4 juta penduduknya, sudah layak bikin yang kayak RSU Dr Soetomo, tapi ndak ada juga," lanjutnya.


Disinggung terkait keberhasilan Jatim yang memborong berbagai penghargaan, Gus Ipul mengatakan memang sudah seharusnya Jatim memborong penghargaan. Pasalnya, Jatim merupakan provinsi strategis yang didukung majunya sektor ekonomi dan APBD yang menunjang.

Namun, bagi Gus Ipul masih belum ada sesuatu yang bisa digunakan masyarakat untuk mengenang keberhasilan kepemimpinan di Jatim.

"Saat ini ada prestasi yang cukup membanggakan berupa terobosan tapi bukan istimewa. Karena kadang yang bisa dimainkan adalah hanya membaca angka-angka. Kumpulan penghargaan di Jatim bukanlah ukuran," pungkas Gus Ipul.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed