Bu Risma, Warga Ingin Lihat Air Mancur Menari Saat Malam Tahun Baru

Amir Baihaqi - detikNews
Minggu, 30 Des 2018 15:07 WIB
Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya - Malam pergantian tahun baru di Kota Pahlawan diprediksi akan sepi. Pasalnya, Pemkot Surabaya tidak akan menggelar perayaan seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Tempat wisata yg dikelola pemkot tidak menyedikan acara (perayaan malam) tahun baru," kata Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Surabaya Antiek kepada detikcom, Minggu (30/12/2018).

Antiek menambahkan, meski begitu Pemkot Surabaya tetap membuka tempat wisata untuk liburan tahun baru. Tempat wisata tersebut buka seperti biasanya, pada siang sampai sore hari.

"Kami sudah antisipasi untuk parkir, keamanan dan kenyamanan pengunjung," ujarnya.


Tak adanya acara malam tahun baru direspons positif warga Surabaya. Salah satunya Siani Wati (51). Menurut dia, malam pergantian tahun tak perlu dirayakan dengan hura-hura.

"Asal tidak berlebihan dan hura-hura, tidak masalah. Kita juga butuh hiburan dan kenangan saat tahun baru," ujar Wati.

Wati berpendapat perayaan malam tahun baru dengan mengundang artis dan menggelar konser musik sudah masuk kategori berlebihan. "Itu ngundang artis dan konser butuh biaya banyak dan berlebihan. Saya setuju kalau anggaran itu disumbangkan ke korban bencana," ujar ibu tiga anak ini.

"Itu yang air mancur menari di jembatan Kenjeran juga bagus. Sambil kumpul dengan keluarga melihat kembang api dan air mancur bagus dan murah meriah kalau diadakan," lanjut perempuan yang tinggal di Sidodadi, Simokerto.


Hal senada diungkapkan Harun Rosyid (25). Dia mengatakan diadakan atau tidak perayaan pergantian tahun baru bagi dirinya tidak ada imbas. Namun, tetap saja dia menyayangkan kalau malam tahun baru tidak diadakan di Kota Surabaya.

"Seharusnya potensi-potensi wisata lokal harus dimanfaatkan saat liburan dan malam tahun baru. Tujuannya agar masyarakat Surabaya tidak keluar kota. Kan kalau keluar kota orang tambah menghambur-hamburkan uang," kata Harun.

Padahal, lanjut Harun, uang yang dihamburkan itu bisa disumbangkan ke korban bencana. Ia kemudian berharap ada tempat wisata lokal yang menggelar acara malam tahun baru. Karena dengan itu paling tidak mencegah masyarakat Surabaya mencari hiburan ke luar kota.

"Kalau saat ini yang paling mungkin ya di Kenjeran itu. Ada jembatan, kemudian ikon air mancur itu. Nggak tahu kalau ada tempat wisata di Surabaya malam hari. Setahuku ya di Kenjeran. Bagus itu kalau dibuka pas tahun baru apalagi ada air mancur yang selama ini mati tidak difungsikan. Momennya pas dihidupkan lagi," ujarnya. (fat/fat)