detikNews
Jumat 28 Desember 2018, 21:59 WIB

Surabaya Kini Punya Penanda Titik Nol Kilometer yang Baru

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Surabaya Kini Punya Penanda Titik Nol Kilometer yang Baru Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Surabaya kini punya penanda titik nol kilometer baru. Jika sebelumnya titik nol kilometer Surabaya hanya ditandai dengan simbol tugu kecil, kini penanda itu lebih megah.

Gubernur Jatim Soekarwo lah yang meresmikan penanda ini. Pakdhe Karwo meresmikan Tugu Parasamya Punakarya Nugraha yang terletak di Jalan Pahlawan, Surabaya. Tugu ini sekaligus menjadi penanda titik nol Surabaya.

Untuk membuat tugu ini, Pakdhe Karwo menggandeng seniman pembuat Garuda Wisnu Kencana (GWK) I Nyoman Nuarta untuk menciptakan maha karya ini.

Di tangan Nyoman, tugu penanda titik nol pun nampak berdiri megah. Ada pula beberapa kesenian khas Jatim yang berpadu menjadi satu, mulai dari seni Reog Ponorogo, Karapan Sapi, hingga Tari Gandrung.

Pakdhe Karwo mengatakan tugu ini didirikan atas instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo ketika memimpin upacara HUT Jawa Timur, 12 Oktober 2016. Dalam pidatonya, Tjahjo mengatakan capaian yang diterima Jatim selama ini harus diabadikan.

"Itu instruksi langsung dari Mendagri. Katanya anugerah ini harus diabadikan, salah satunya dengan dibuat tugu ini," papar Pakdhe Karwo di sela peresmian Tugu Parasamya Punakarya Nugraha di Jalan Pahlawan Surabaya, Jumat (28/12/2018).


Foto: Hilda Meilisa Rinanda


Pakdhe Karwo menambahkan tugu ini merupakan simbol yang berisi pesan kepada masyarakat jika Jatim berhasil meraih anugerah Parasamya di tingkat nasional. Terlebih, Jatim secara berturut-turut pernah menjadi provinsi dengan nilai terbaik di antara provinsi lain.

"Jawa Timur sejak tahun 2010 sampai 2015 itu menghasilkan sistem pemerintahan yang dianggap paling baik. Sedangkan tahun 2016 hingga 2017 juga masih tetap yang terbaik, hanya akan diberikan tahun 2019," tambahnya.

Selain itu, Pakdhe Karwo mengatakan capaian ini didapat Jatim karena mendapat nilai tertinggi. Nilai ini didapat dari 178 aspek penilaian yang dilakukan Kemendagri.

Penilaian tersebut dilihat dari beberapa aspek. Misalnya pembangunan, peningkatan ekonomi, hingga kondusifitas daerah.

Pakdhe Karwo berharap dengan adanya tugu ini dapat mengingatkan masyarakat terkait prestasi Jatim, sehingga dapat terus bahu-membahu dalam menjaga kebudayaan dan meningkatkan perekonomian.

"Itu simbolik, itu kan kalau pidato kan hilang. Kalau tulisan dan katanya pepatah Yunani tulisan dan bentuk bangunan yang tidak hilang," pungkas Pakdhe Karwo.



Tonton juga video 'Wajah Kota Tua di Surabaya Disulap Warna-warni':

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com