Kaleidoskop 2018

Murid Lalim yang Aniaya Gurunya Hingga Tewas di Sampang

Rahma Lillahi Sativa - detikNews
Kamis, 27 Des 2018 17:48 WIB
Foto: Dok. Polda Jawa Timur
Surabaya - Malangnya nasib Ahmad Budi Cahyanto, seorang guru honorer di SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang yang harus meregang nyawa di tangan siswanya sendiri.

Saat itu, Budi tengah mengajar materi melukis di kelas XI, Kamis (1/2/2018). Pelaku yang diketahui berinisial MH diketahui ramai dan mengganggu teman lainnya saat pelajaran berlangsung.

Korban mengingatkan siswa nakal itu, tapi tak dihiraukan. Ia malah menjadi-jadi dan mengganggu teman lainnya. Korban kemudian mendatangi dan mencoret pipi pelaku dengan cat lukis. Tapi siswa itu tidak terima dan keduanya terlibat cekcok.

"Ada kejadian dugaan penganiayaan terhadap guru yang dilakukan oleh siswa di sekolah negeri di Torjun, Kabupaten Sampang, yang mengakibatkan guru itu meninggal dunia," kata Kombes Pol Frans Barung Mangera.


Setelah berhasil dilerai, guru yang tinggal di Desa Jrengik, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang ini dibawa ke ruang guru. Kepala sekolah mengaku saat itu tidak melihat ada luka di tubuh dan wajah korban.

"Kemudian kepala sekolah mendapatkan kabar dari keluarga korban bahwa sesampai di rumah, korban istirahat (tidur) karena mengeluh sakit pada lehernya," ujar Barung.

Karena mengeluh itu, korban akhirnya dilarikan ke RSU dr Soetomo Surabaya oleh keluarganya. Namun nahas, sekitar pukul 21.40 WIB, kepala sekolah menyampaikan kabar duka bahwa guru seni rupa itu meninggal dunia karena mengalami MBA (Mati Batang Otak).

"Sekitar pukul 21.40 WIB, informasi dari Kadisdik Sampang bahwa korban sudah meninggal dunia di RSU dr Soetomo," tutur Barung.

Murid Lalim yang Aniaya Gurunya Hingga Tewas di SampangFoto: Rois Jajeli


Kasus ini kemudian ditangani oleh polisi. Olah TKP pun dilakukan di sekolah yang diduga menjadi lokasi penganiayaan.

Polisi kemudian menetapkan siswa pelaku pemukulan sebagai tersangka. "Bukan hanya tersangka, tapi juga sudah kita tahan sejak kemarin. Dikarenakan dua alat bukti yang sah sesuai dengam pasal 184 KUHP," ungkap Barung.

Menurut catatan bimbingan konseling (BK) SMAN 1 Trojun, MH juga diketahui memiliki catatan perilaku yang kurang baik di sekolah.
.
"Track recordnya di BK termasuk merah. Sudah sering dipanggil, anak ini bermasalah. Mulai kelas satu juga sering dipanggil BK, sering tidak masuk. Sering godain temannya itu yang menjadi catatan BK disana," tandasnya.


Insiden yang dialami pria yang baru berusia 26 tahun itu memicu gelombang solidaritas dari sejumlah daerah di Jatim. Salah satu bentuknya adalah penggalangan dana untuk meringankan beban keluarga Budi.

"Istri almarhum ini sangat berduka. Selain sedang hamil 5 bulan dan kehilangan suami tercintanya. Juga barusan kehilangan (meninggal dunia) nenek tercintanya," ujar Fathol Amin, koordinator penggalangan dana yang juga rekan kuliah korban di Universitas Negeri Malang.

Tak hanya itu, sekitar 1.000 orang dari berbagai latar belakang seperti guru dari berbagai daerah di Madura, Juga ada perwakilan mahasiswa se Madura, pegiat seni, masyarakat peduli pendidikan. Selain itu juga diikuti pelajar SMA Negeri 1 Torjun menggelar doa bersama sekaligus aksi keprihatinan di Sampang untuk mengenang korban.

"Alhamdulillah donasi sumbangan yang terkumpul dari para donatur dari seluruh wilayah Indonesia yang telah dibuka sejak Jumat pekan lalu, hari ini resmi ditutup dan telah kami serahkan ke keluarga almarhum ABC yang diwakili istri almarhum. Jumlah donasi yang terkumpul Rp 200 juta," ungkap Fathol. (lll/iwd)