Wanita yang akrab disapa Budhe Karwo itu menyayangkan banyaknya remaja yang ingin terlihat kurus, namun tak memperhatikan asupan gizi. Pada akhirnya kondisi ini akan memicu kurang darah. Padahal kondisi ini juga bisa berdampak bila remaja tersebut kelak menjadi ibu rumah tangga.
"Ada tren bahwa remaja menganggap kurus itu cantik. Akhirnya mereka kurang darah. Disitulah awal dari sisi kehamilan yang tidak sehat kalau nanti dia jadi ibu rumah tangga. Ini yang harus disosialisasikan untuk mencegah stunting," kata Budhe Karwo kepada wartawan, Jumat (14/12/2018).
Untuk itu, Budhe Karwo menggandeng PKK langsung turun ke lapangan dengan program Posyandu Dasawisma. Program ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pengetahuan kepada remaja terkait pentingnya meminum obat tambah darah.
"Ini kenapa kita memberikan obat tambah darah pada remaja, karena mereka punya tren kurus itu sehat, jangan sampai diet gizi kurang, darah kurang akhirnya saat mengandung janinnya tidak sehat," terangnya.
Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim Kohar Heri Santoso, remaja putri diminta lebih memperhatikan asupan gizi dalam makanannya. Tak hanya karbohidrat saja, namun juga nutrisi lain yang harus dipenuhi seperti protein, vitamin, mineral hingga lemak.
"Untuk remaja putri lebih memperhatikan jenis makanannya, jangan cuma karbohidrat saja, tapi protein, mineral, vitamin harus diberikan. Tolong hemoglobinnya juga diperhatikan, jangan lupa untuk minum tablet penambah darah," pesan Kohar. (lll/lll)











































