Sopir Taksi Online di Mojokerto Dirampok dan Ditusuk Penumpang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 12 Des 2018 20:43 WIB
Foto: Istimewa
Mojokerto - Yohanes Witondy (50), seorang sopir taksi online di Mojokerto menjadi korban perampokan yang dilakukan penumpang. Selain dirampok, pria asal Jalan Welirang, Perumahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, ini mengalami 11 luka tusuk di beberapa bagian tubuhnya.

Kapolsek Sooko, Mojokerto AKP Purnomo mengatakan, dini hari tadi sekitar pukul 01.00 WIB, korban mendapat order dari penumpang. Sopir Grab ini pun menjemput penumpangnya di Jalan Mayjen Sungkono, Kota Mojokerto. Korban mengendarai mobil Datsun Go warna putih nopol L 1828 MI.

Penumpang tersebut ternyata tiga orang. Terdiri dari 2 pria dan 1 wanita. Ketiganya minta diantar oleh korban ke kawasan situs Kolam Segaran, Trowulan, Mojokerto.


Sampai di Jalan Nasional Surabaya-Madiun, tepatnya di depan SPBU Desa Gemekan, Kecamatan Sooko sekitar pukul 02.30 WIB, salah satu penumpang meminta korban menghentikan mobilnya. Pelaku berdalih menjemput seorang temannya.

"Setelah temannya datang langsung dibukakan pintu belakang oleh korban. Seketika itu korban dijerat menggunakan tali tampar plastik warna biru yang sudah disiapkan oleh pelaku," kata Purnomo saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (12/12/2018).

Jeratan pelaku, lanjut Purnomo, sontak membuat korban meronta. Pelaku yang duduk di kursi depan sebelah kemudi pun menghujani tubuh korban dengan tusukan pisau. Seketika korban tak berdaya berlumuran darah.

"Para pelaku hanya mengambil ponsel dan powerbank milik korban, kemudian mereka kabur," terangnya.


Akibat aksi brutal yang dilakukan pelaku, Yohanes mengalalami 11 luka tusuk di beberapa bagian tubuhnya. Antara lain pada perut, dada, pundak, pinggang dan kepala. Korban dibawa warga ke RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk menjalani perawatan.

"Korban ditolong oleh warga dan dilaporkan ke kami," ujar Purnomo.

Dia mengaku telah melakukan olah TKP dan memintai keterangan sejumlah saksi terkait aksi perampokan ini. Sejauh ini pihaknya belum mengidentifikasi para pelakunya.

"Kami masih bekerja dengan Buser Polres, mudah-mudahan segera terungkap pelakunya," tandasnya. (bdh/bdh)