DetikNews
Senin 10 Desember 2018, 15:39 WIB

Kasus Akun Penebar Kebencian Tulungagung, Polisi: Ada Tersangka Baru

Adhar Muttaqin - detikNews
Kasus Akun Penebar Kebencian Tulungagung, Polisi: Ada Tersangka Baru Foto: Adhar Muttaqin/File
Tulungagung - Polres Tulungagung terus mendalami kasus dugaan penyebaran fitnah dan ujaran kebencian lewat sebuah akun Facebook Puji Ati. Satu orang saksi akan segera dinaikkan statusnya menjadi tersangka.

Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo, mengatakan saat ini uji laboratorium digital forensik terhadap sejumlah barang bukti alat komunikasi yang dimiliki oleh tersangka Rohmad Koerniawan (38) serta beberapa saksi yang diduga ikut terlibat kasus ini, telah selesai dilakukan.

Total ada 5 saksi yang diperiksa bersama tersangka terkait kasus ini.


"Uji lab sudah turun. Masih kami dalami. Butuh proses karena harus kami pilah dulu. Jadi sampai saat ini masih belum ada penambahan tersangka, tapi ada satu saksi yang beberapa hari ke depan akan kami tetapkan sebagai tersangka," kata Mustijat kepada detikcom, Senin (10/12/2018).

Rencana penetapan tersangka baru itu dilakukan setelah penyidik mendapatkan beberapa alat bukti serta hal lain yang menguatkan adanya perintah pemesanan ujaran kebencian kepada tersangka Rohmad.


Selain itu, kepada beberapa saksi lain juga akan dilakukan pembuktian dan pendalaman ada atau tidaknya alur perintah yang dilakukan pemesan ujaran kebencian kepada tersangka utama. Perintah itulah yang menjadi salah satu jembatan penyidik dalam menjerat para pemesan ujaran kebencian terhadap pejabat maupun institusi yang ada di Kabupaten Tulungagung.

Mustijat mengakui hingga saat ini lebih dari 10 orang saksi yang telah diperiksa terkait kasus tersebut. Pihaknya juga sudah menyelesaikan proses pemeriksaan kepada empat pelapor dalam perkara ini.

"Untuk pelapor kan ada empat. Dua yang terakhir itu adalah anggota DPRD Tulungagung Suharminto atau Bedut serta salah satu anggota polisi," jelasnya.


Diberitakan sebelumnya, Rohmad diamankan polisi karena mengelola akun Facebook Puji Ati dan Imam Insani yang menyebarkan fitnah dan ujaran kebencian kepada sejumlah pejabat di Tulungagung. Dalam postingan-nya, Puji Ati menuding beberapa pejabat, termasuk Kapolres Tulungagung, anggota DPRD hingga DPR RI berbuat curang dalam menjalankan tugasnya.

Tersangka mengaku mendapatkan pesanan untuk mengunggah status ke medsos dari beberapa orang termasuk oknum wartawan dan pejabat.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed