Oleh warga Desa Mungli, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, tradisi ini disebut dengan 'mburi' atau 'ngubek'.
"Sebenarnya acara 'mburi' ini masih satu rangkaian dengan acara peringatan Maulid Nabi," kata Ketua Panitia, Hariyono kepada detikcom, Kamis (22/11/2018).
Pesertanya tak dibatasi, tua-muda, laki-laki perempuan, ambil bagian dalam acara ini. Ikan yang diperebutkan warga, lanjut Hariyono, juga terdiri dari berbagai jenis ikan seperti Nila, Mujair, Tombro dan ikan Gabus.
Namun selama setengah jam tersebut, peserta tak hanya berebut ikan biasa, melainkan harus bisa menangkap ikan terbesar yang ada di telaga yang sudah penuh lumpur tersebut.
Foto: Eko Sudjarwo |
Peserta yang memperoleh ikan terbesar nantinya akan memperoleh hadiah dari panitia.
"Syarat mengikuti lomba mburi ini cukup mudah, peserta tidak diperbolehkan membawa alat tangkap jenis apapun untuk mendapatkan ikan. Mereka wajib menangkap ikan dengan tangan kosong," terangnya.
Di sinilah puncak keseruan tradisi mburi ini, yaitu karena setiap peserta harus menangkap ikan dengan tangan kosong dan berkubang dengan lumpur. Tak jarang para peserta juga saling semprot lumpur telaga.
"Justru dengan tangan kosong dan ikan dalam lumpur yang begitu dalam, memicu semangat dan penasaran untuk bisa menangkap ikan terbesar," kata salah satu peserta, Santi.
Akhirnya, karena menjadi bulan-bulanan warga, beragam ikan yang ada di telaga ini pun akhirnya lemas dan mudah ditangkap. Santi yang berhasil menangkap ikan tombro seberat 3 kg pun dinyatakan sebagai pemenang dan berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai.
"Alhamdulillah bisa dapat yang terbesar," tuturnya. (lll/lll)












































Foto: Eko Sudjarwo