DetikNews
Minggu 18 November 2018, 21:53 WIB

Panwas Sebut Pembacokan Saat Pasang APK Karena Tanpa Izin

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Panwas Sebut Pembacokan Saat Pasang APK Karena Tanpa Izin Foto: Istimewa
Surabaya - Seorang warga Dukuh Bulak Banteng menjadi korban pembacokan saat memasang alat peraga kampanye (APK). Peristiwa itu diduga terjadi karena korban tak meminta izin terlebih dahulu saat memasang APK.

"Dari informasi warga, sebelum memasang APK itu, tidak meminta izin terlebih dahulu," ujar Ketua Panwaslu Kecamatan Kenjeran Lilis Pratiwi kepada detikcom, Minggu (18/11/2018).

Korban adalah Bahrawi (63), warga Dukuh Bulak Banteng, Surabaya. Bahrawi dibacok mengenai tangannya.

"Awalnya kita menerima laporan dari Polsek Kenjeran sekitar pukul 12.09 WIB, terkait adanya penganiayaan pemasangan alat peraga kampanye (APK) dari caleg salah satu partai PKB di Dukuh Bulak Banteng no 34," kata Lilis.


Lilis mengatakan ketika menerima laporan dari pihak Polsek Kenjeran, pihaknya kemudian meminta bantuan rekan Panwaslu Kenjeran untuk meluncur ke lokasi bersama polisi.

"Waktu itu saya di luar, kemudian saya meminta bantuan rekan yang lain untuk bergabung bersama Polsek Kenjeran meluncur ke lokasi," kata Lilis.

Lilis menceritakan sekitar pukul 14.00 WIB, anggotanya bersama polisi sudah melihat APK milik salah satu caleg PKB tersebut sudah diturunkan dari lokasi pemasangan.

"Saat itu, rekan kami bersama polisi sudah melihat APK milik caleg PKB sudah diturunkan. Berdasarkan informasi warga APK tersebut diturunkan dan ditaruh didepan rumah caleg yang bersangkutan yang jaraknya sekitar 10 meter dari rumah caleg tersebut," ungkap Lilis.


Setelah mengambil APK tersebut, Lilis menjelaskan jika APK tersebut sudah diserahkan kepada pihak kepolisian.

"Setelah mengambil barang bukti APK tersebut, lalu kami serahkan kepada pihak Reskrim Polsek Kenjeran," ujar Lilis.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Dimas Ferry Anuraga mengatakan saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus pembacokan ini.

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. Mohon waktunya," kata Dimas.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed