DetikNews
Jumat 16 November 2018, 11:43 WIB

Ini Modus Kades Mojokerto Raup Rp 1,718 Miliar dari Pungli Galian C

Enggran Eko Budianto - detikNews
Ini Modus Kades Mojokerto Raup Rp 1,718 Miliar dari Pungli Galian C Foto: Enggran Eko Budianto/File
Mojokerto - Kades Wonosari, Kecamatan Ngoro, Mojokerto Muh Yasin Hasyim dibui lantaran melakukan pungli terhadap sopir truk galian C. Selama lebih dari 2 tahun, tersangka meraup Rp 1,718 miliar. Begini modusnya.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Mojokerto Agus Hariono mengatakan, pengumpulan uang portal dari truk yang melintas di jalan desa lazim digunakan di banyak desa untuk menambah pendapatan desa.

Aturan mainnya, harus ada Peraturan Desa (Perdes) yang memayungi pungutan tersebut. Selain itu, hasil pungutan uang portal wajib masuk sepenuhnya ke kas desa.

Aturan main itulah yang dilanggar oleh Kades Wonosari. Menurut dia, Hasyim sengaja tak membuat Perdes agar dana hasil pungutan dari sopir truk yang melintas di jalan desa bisa masuk ke kantong pribadinya.

"Kalau di Wonosari tidak di-Perdeskan sehingga itu menjadi temuan. Selain itu, hasil penarikan uang portal tidak dimasukkan ke kas desa, tapi digunakan sendiri oleh kades. Itu kan salah," kata Agus saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (16/11/2018).

Tak hanya itu, lanjut Agus, tersangka juga membuat karcis retribusi palsu untuk meyakinkan para sopir truk. Dengan karcis itu, penarikan uang portal yang didalangi Hasyim terkesan resmi dan masuk ke kas Desa Wonosari.


Setiap sopir truk pengangkut hasil tambang yang melintas di jalan Desa Wonosari, diminta membayar uang portal. Besarannya Rp 4 ribu untuk truk kecil dan Rp 5 ribu untuk truk besar.

"Karcis itu tak terupdate nomornya. Itu bagian dari modus operandi tersangka," ungkap Agus.

Banyaknya truk yang melintas di jalan Desa Wonosari membuat hasil pungli yang didapatkan Hasyim cukup fantastis. Setiap bulannya, tersangka meraup Rp 22-37 juta. Sejauh ini, total dana pungli yang dia dapatkan mencapai Rp 1,718 miliar.

"Nilainya sangat besar karena akumulasi dalam waktu yang cukup lama. Mulai tahun 2016 hingga Mei 2018," terang Agus.

Hasyim dijebloskan ke Lapas Klas IIB Mojokerto pada Kamis (15/11). Itu setelah tersangka menjalani pemeriksaan di kantor Kejari Mojokerto, Jalan RA Basuni, Sooko.

Tersangka dijerat dengan Pasal 12 huruf e terkait Pemerasan dan Pasal 11 terkait Gratifikasi UU RI No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya minimal 4 tahun penjara.

Kasus pungli ini diungkap oleh Polda Jatim. Setelah berkas penyidikan lengkap, perkara tersebut dilimpahkan ke Kejati Jatim. Oleh Kejati, perkara yang menjerat Hasyim diserahkan ke Kejari Mojokerto untuk proses penuntutan di persidangan.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed