DetikNews
Kamis 15 November 2018, 16:33 WIB

Aksi Buruh Tuntut Kejelasan UMK 2019, Nyalakan Flare dan Lempar Botol

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Aksi Buruh Tuntut Kejelasan UMK 2019, Nyalakan Flare dan Lempar Botol Foto: Deni Prastyo Utomo
Surabaya - Aksi unjuk rasa 1.000-an buruh di depan Gedung Negara Grahadi sempat diwarnai kericuhan. Sejumlah buruh pun sampai menyalakan flare.

Kericuhan berawal saat salah satu perwakilan Serikat Pekerja Serikat Buruh (PPSB) Suparji menyampaikan draft persetujuan Pergub Jatim terkait kenaikan UMSK dan UMK untuk wilayah Jatim.

Para buruh yang tak sabar menunggu keputusan akhirnya menyalakan flare hingga membuat suasana menjadi ricuh. Tak hanya itu, para buruh juga sempat melempar halaman Gedung Negara Grahadi dengan botol air mineral.

"Ayo jangan lama-lama menyampaikan. Jadi naiknya berapa. Jangan hanya prosentasenya saja. Kami tidak butuh itu," teriak salah satu pengunjuk rasa, Kamis (15/11/2018).


Beruntung polisi yang sigap juga langsung mengambil flare yang dibawa pendemo dan memadamkannya. Tak lama kemudian puluhan petugas Brimob melakukan blokade di halaman Gedung Grahadi. Meraka khawatir para pendemo yang emosi melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

Di sela-sela aksi, Suparji menyampaikan bahwa penetapan UMK dan UMSK secara bersamaan adalah sejarah baru.

"Gurbernur Jawa Timur telah menyetujui usulan kenaikan UMSK dan UMK di Jawa Timur secara bersama-sama. Ini merupakan sejarah. Sebab biasanya disampaikan di akhir-akhir dan diteruskan dengan kenaikan UMSK," papar Suparji.


Suparji menambahkan, kenaikan UMK yang telah disetujui Gubernur Jawa Timur telah melebihi Peraturan Pemerintah yang tertuang dalam PP nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan.

"Gubernur Jawa Timur telah menyetujui UMK 17 Kabupaten/Kota di luar ring I, di mana jumlah di luar ketentuan PP nomor 78 yakni sekitar 8,49 persen hingga 24,57 persen," tandasnya.

Namun setelah mendengarkan penjelasan tersebut, ribuan pengunjuk rasa yang hadir berangsur-angsur meninggalkan halaman Gedung Grahadi, tepatnya sekitar pukul 15.00 WIB. Para pengguna jalan akhirnya dapat kembali melintasi Jalan Gubernur Suryo dengan normal.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed