DetikNews
Kamis 08 November 2018, 18:08 WIB

Pelayanan Publik di Banyuwangi Jadi Bahasan Utama IPSF 2018

Ardian Fanani - detikNews
Pelayanan Publik di Banyuwangi Jadi Bahasan Utama IPSF 2018 Foto: Istimewa
Banyuwangi - Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menghadirkan kinerja pelayanan publik Banyuwangi sebagai bahasan utama dalam International Public Service Forum (IPSF) 2018 di Jakarta Convention Center.

Kabupaten di ujung timur Jawa ini dinilai sukses meningkatkan kinerja pelayanan publiknya. Salah satunya dengan Mal Pelayanan Publik yang telah diterapkan Banyuwangi dengan melayani 199 izin/dokumen di satu tempat.

Menurut Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Kemenpan RB Rini Widyatini, mal tersebut menjadi solusi untuk memberikan pelayanan.

"Masyarakat tidak mau tahu, namanya pemerintah itu satu. Mereka maunya untuk mengurus apapun cukup di satu tempat. Di sinilah keberadaan Mal Pelayanan Publik Banyuwangi berhasil mewujudkan hal tersebut," ungkap Rini dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (8/11/2018).


Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho juga mengungkapkan perlunya kemajuan yang telah dicapai Banyuwangi itu agar direplikasi di berbagai daerah, tentu dengan improvisasi sesuai kondisi daerah.

"Banyuwangi ini adalah pengecualian dari kurva umum kondisi daerah di Indonesia. Sangat perlu apa yang telah Banyuwangi lakukan ini untuk direplikasi ke daerah-daerah lain," katanya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pelayanan publik adalah awal dari peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat.

"Oleh karena itu, kami mencoba terus meningkatkan seluruh segmen pelayanan publik, mulai pendidikan, kesehatan, ekonomi, sampai administrasi kependudukan. Tentu saat ini masih ada kekurangan, tapi Insya Allah sudah on the track," ujar Anas.


Anas menambahkan, seluruh inovasi pelayanan publik yang ada harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Karena tanpa peningkatan tersebut, pelayanan publik menjadi tak terukur kinerjanya.

"Alhamdulillah dengan segala kebijakan yang kami terapkan, angka kemiskinan di Banyuwangi terus menurun dan pendapatan per kapita pun terus naik," pungkasnya.

Dalam ajang IPSF 2018, Kemenpan-RB menampilkan 40 inovasi pelayanan publik terbaik se-Indonesia.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed