DetikNews
Kamis 08 November 2018, 11:26 WIB

Sempat Tertutup Longsor, Jalur Trenggalek-Ponorogo Kembali Dibuka

Adhar Muttaqin - detikNews
Sempat Tertutup Longsor, Jalur Trenggalek-Ponorogo Kembali Dibuka Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Tebing setinggi 50 meter di KM 16 ruas Jalan Nasional Trenggalek-Ponorogo longsor. Peristiwa yang terjadi pukul 19.00 WIB, Rabu (7/11) malam karena hujan deras beberapa jam di wilayah Trenggalek.

Material longsor berupa tanah dan bebatuan masuk ke tembok penahan, namun sebagian tumpah ke jalan raya. Mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, Polres Trenggalek sempat menutup total akses utama antar kabupaten hingga kondisi dinyatakan aman.

Dan pagi tadi, Kamis (8/11/2018) arus kendaraan dari dua arah dibuka dan dilakukan sistem buka tutup.

Kapolsek Tugu Trenggalek, Iptu Bambang Purwanto, mengatakan jalur utama di Desa Nglinggis, dibuka sejak kondisi tebing dinilai aman dan beberapa material longsor di badan jalan disingkirkan.


"Untuk tadi malam kami tutup total, karena kondisinya berbahaya. beberapa kali terjadi longsor dan material batu ada yang sampai jatuh di jalan. Namun untuk material yang banyak itu jatuh di dalam tembok penahan," kata kapolsek.

Saat ini antrean ratusan kendaraan dari kedua sisi jalur telah terurai dan bisa kembali normal seperti biasanya. Meski begitu, bila kondisi berbahaya atau terjadi longsor kembali, jalur KM 16 akan kembali ditutup.

"Kondisi pembukaan jalur ini sangat tergantung dengan cuaca serta kestabilan dari tebing tersebut," jelasnya.

Menurutnya selama 3 hari terjadi dua kali longsor besar, namun timbunan material berupa batu dan tanah tersebut sebagian besar langsung tertampung di dalam tembok penahan yang kini sedang dibangun. Beberapa kali kejadian longsor tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang cukup tinggi.


"Memang fungsi pembangunan tembok itu ya seperti itu, apabila longsor material tidak sampai tumpah ke jalan. Akan tetapi saat posisi material di balik tembok itu telah penuh," imbuhnya.

Kapolsek menambahkan, saat longsor terakhir, sejumlah material batu berukuran besar jatuh ke badan jalan. Selain itu rancangan besi yang akan digunakan untuk menambah tinggi tanggul rusak.

"Sebetulnya proyek pembangunan tembok penahan di lokasi kejadian ini masih berlangsung, akan tetapi untuk pengerjaan selanjutnya apakah dihentikan dulu atau tidak kami belum bisa memastikan, karena keputusannya kembali ke pihak kontraktor," tandasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed