Arkeolog Minta Sumur Tua yang Ditemukan di Surabaya Diamankan

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 02 Nov 2018 18:33 WIB
Foto: Deni Prastyo Utomo
Surabaya - Usai meninjau sumur tua yang ditemukan di kawasan Jalan Pandean, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim merekomendasikan kepada Pemkot Surabaya untuk mengamankan situs kuno tersebut.

"Kita akan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Surabaya dan Dinas Cipta Karya yang menangani proyek (saluran box culvert) ini agar diamankan temuan ini. Saya harap saluran dibelokkan. Jangan sampai menerjang (sumur) ini," kata salah satu Pengkaji Pelestarian Cagar Budaya dari BPCB Jatim, Ikhwan kepada wartawan, Jumat (2/11/2018).


Untuk langkah selanjutnya, lanjut Ikhwan, pihaknya masih menunggu hasil koordinasi dengan pihak Pemkot Surabaya terkait apakah nantinya situs itu akan diselamatkan atau ditutup kembali. "Kita akan berkoordinasi lebih lanjut terkait penanganan situs ini," ungkap Ikhwan.

Jika tidak bisa diamankan, Ikhwan juga merekomendasikan agar situs tersebut disimpan dalam museum.

"Temuan ini nanti tidak harus ditaruh di Trowulan tapi juga bisa ditaruh di museum Kota Surabaya," ujar Ikhwan.


Pihak BPCB Jatim juga mengaku siap untuk memfasilitasi Pemkot Surabaya bila ingin melakukan penelitian lebih lanjut tentang situs tersebut. Hal ini karena perkampungan di Kelurahan Peneleh tersebut sudah masuk kawasan cagar budaya karena adanya Makam Peneleh.

"Nanti jika pihak pemkot untuk melanjutkan penelitian, kita bisa diperbantukan. Untuk potensi temuan yang lain tentunya masih ada. Kalau melihat sejarahnya kawasan ini di jaman kolonial masih ada, tapi untuk temuan klasik mungkin tidak ada," tandasnya.


Diberitakan sebelumnya, sebuah sumur tua ditemukan warga saat menggali tanah untuk proyek box culvert di kawasan Jalan Pandean, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kamis (1/11/2018). Sumur bertumpuk tiga itu ditemukan di kedalaman tanah kurang lebih satu meter.

Di dalam sumur tua itu juga ditemukan batu bata raksasa, tulang-belulang dan pecahan tembikar. Tim BPCB Jatim telah memastikan bahwa sumur tua itu mirip dengan jobong (sumur) di era Kerajaan Majapahit. (lll/lll)